Kampus Untad Diguncang Gempa Lagi

mepnews.id – Gempa bumi tektonik Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026 pukul 11.27 WITA berdampak pada sejumlah fasilitas di Universitas Tadulako. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu pada kedalaman 10 kilometer. Sesaat setelah guncangan, tim Tim Barang Milik Negara (BMN) bersama tim teknis  Universitas Tadulako melakukan pemantauan dan pendataan kondisi.

Dikabarkan situs resmi untad.ac.id, hasil identifikasi awal menunjukkan kerusakan sejumlah bangunan berupa retakan dinding, terlepasnya material pelapis bangunan, kerusakan plafon, kerusakan sarana pembelajaran, serta pecahnya sejumlah kaca.

Beberapa bangunan terdampak merupakan gedung yang telah direhabilitasi dan direkonstruksi pascabencana gempa, tsunami, dan likuefaksi 2018. Program rehabilitasi dan rekonstruksi dilaksanakan bertahap sejak awal 2022 dengan dukungan Pemerintah RI. Sebagian bangunan masih dalam tahap penyelesaian, dan lainnya masih memerlukan penyempurnaan sarana pendukung, penataan lanskap, akses jalan, serta fasilitas penunjang lainnya.

Gedung Rektorat, yang telah direkonstruksi, mengalami keretakan dan terkelupasnya material dinding pada beberapa bagian, serta pada plafon. Gedung Media Center juga retak di beberapa titik. Auditorium mengalami keruntuhan sebagian plafon dan gangguan pada fasilitas videotron.

Rumah Sakit Universitas Tadulako juga mengalami retakan pada beberapa bagian struktur nonstruktural bangunan. Di Fakultas Teknik, sebagian plafon roboh. Gelanggang Mahasiswa mengalami retakan beberapa bagian bangunan . Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas lainnya.

Rektor Prof Dr Ir Amar ST MT menyampaikan, keselamatan sivitas akademika merupakan prioritas utama. Untuk itu, seluruh unit diminta segera melaporkan dampak yang terjadi serta berkoordinasi dengan tim teknis guna memastikan penanganan yang cepat dan tepat.

“Universitas Tadulako akan melakukan asesmen teknis secara menyeluruh terhadap seluruh bangunan kampus, khususnya bangunan hasil rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana 2018. Hasil asesmen ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah tindak lanjut untuk menjamin keamanan dan keselamatan seluruh pengguna bangunan,” ujar Rektor.

Asesmen juga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi terhadap program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pendidikan tinggi pascabencana, sehingga ketahanan bangunan terhadap risiko kebencanaan di masa mendatang dapat terus ditingkatkan. (RFS)

Facebook Comments

POST A COMMENT.