Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Ada seorang guru yang curhat tentang murid-murid di sekolahnya. Ada banyak yang diceritakan, tapi yang paling jadi perhatian adalah tentang murid bermasalah. Ia menyebut ada murid yang sering telat masuk kelas, jarang mau terlibat dalam aktivitas kelas, asal-asalan buka buku, tak mau bertanya atau menjawab, dan sejenisnya.
“Kenapa sih Si Fulan koq begitu malas belajar?” tanya teman saya itu.
Saya balik bertanya, “Eh, ntar dulu, apa dia tidak sedang bosan belajar?”
…………
Pembaca yang budiman, pertanyaan balik saya itu tentu punya dasar. Indikator kemalasan belajar dan kebosanan belajar itu tampak mirip jika dilihat dari luar. Tapi, secara internal, ada perbedaan mendasar antara malas dan bosan. Murid yang malas belajar itu masalahnya ada pada dia sendiri. Murid yang bosan belajar itu biasanya dipicu masalah dari luar.
Apa saja indikator keduanya yang tampak mirip?
Anak menunjukkan ketidakberminatan terhadap pelajaran. Ia tidak antusias mengikuti pelajaran atau belajar subjek tertentu. Ia tidak mengerjakan tugas-tugas sekolah atau menghindari kewajiban akademik. Ia sering absen, terlambat, atau bolos sekolah. Ia cenderung menghindari tugas atau tantangan intelektual tertentu.
Tapi, ada perbedaan mendasar jika kondisi si anak ditelusuri lebih dalam.
- Motivasi. Anak yang malas cenderung kurang termotivasi dan kurang minat belajar. Ia merasa tidak tertarik atau tidak melihat manfaat dari pembelajaran. Anak yang bosan belajar mungkin memiliki minat pada awal belajar tetapi kemudian bosan karena materi pembelajaran tidak menantang atau tidak relevan bagi ia.
- Persepsi: Anak yang malas belajar cenderung menunjukkan sikap negatif terhadap belajar. Ia menganggap belajar sebagai tugas yang tidak menarik. Anak yang bosan menganggap pembelajaran itu selalu positif, tapi metode pengajarannya kurang variatif atau materi yang diajarkan tidak menantang.
- Respons: Anak yang malas belajar cenderung menghindari tantangan yang memerlukan usaha ekstra. Ia mungkin mencari jalan pintas atau mengabaikan tugas-tugas yang sulit. Sebaliknya, anak yang bosan belajar enggan dihadapkan pada tugas yang terlalu mudah atau monoton.
- Penyebab: Anak yang malas belajar mungkin mengalami masalah motivasi mendalam yang perlu diatasi. Anak yang bosan belajar penuh motivasi tapi tidak mendapatkan tantangan yang ia butuhkan. Maka, ia perlu dihadapkan pada materi dan metode yang beragam.
- Kinerja: Anak yang malas belajar umumnya berkinerja rendah untuk berbagai kegiatan belajar. Anak yang bosan belajar mungkin berkinerja buruk pada materi yang ia bosani namun sangat cemerlang di materi yang berbeda.
Maka, guru perlu menggali latar belakang kondisi masing-masing murid. Anak yang malas tentu perlu mendapatkan treatment berbeda dibanding anak yang bosan. Anak malas harus dikembangkan motivasinya dengan menunjukkan betapa pentingnya belajar saat ini bagi masa depan kehidupannya. Anak yang bosan belajar sudah punya motivasi, tapi perlu mendapat tantangan lewat keberagaman materi dan metode belajar.


