Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Dalam pertemuan ibu-ibu komplek sperumahan, ada beberapa yang curhat soal hubungan dan pergaulan anak-anak zaman sekarang. Sebagian dari mereka membandingkan pergaulan masa lalu yang masih dianggap tradisional dengan masa kini yang sudah digital global.
‘Kaum kolonial’ mengaku masih bergaul dalam ruang tertentu dan selalu ada campur tangan orang tua untuk urusan itu. ‘Kaum milenial’ juga masih ada campur tangan orang tua, tapi teman bergaulnya bisa masuk kamar tidur bahkan kamar mandi melalui piranti ponsel cerdas. Nah…!
Pembaca yang budiman, saya rasa kita semua punya pengalaman yang mirip dengan apa yang dicurhatkan ibu-ibu di atas. Zaman berkembang, dan kita tidak bisa menghentikannya atau menghadangnya. Yang kita bisa adalah menetapkan ‘boundary‘ alias ‘batas-batas’ untuk mengelola hubungan dan pergaulan personal agar aman dan sedapat mungkin halal.
Boundary ini mengacu pada batasan-batasan yang memisahkan individu dari lingkungan dan orang lain. Dalam psikologi klinis, pembahasan tentang boundary sering terkait dengan menetapkan dan menjaga batasan yang sehat antara individu dengan orang lain. Boundary yang sehat dapat membantu melindungi dan memelihara identitas, privasi, dan kesejahteraan psikologis seseorang.
Menegaskan boundary ini menjadi penting untuk berjaga-jaga agar seseorang tidak mendapat gangguan psikis maupun fisik akibat kehadiran orang lain secara nyata atau maya. Alasan menetapkan boundary ini antara lain saat ada ketidaknyamanan atau kecemasan berlebihan saat terjadi interaksi dengan orang tertentu atau situasi tertentu.
Bounday juga perlu ketika ada tanda-tanda pelanggaran etika atau pelecehan secara fisik, emosional, atau seksual. Menetapkan boundary yang kuat sangat perlu untuk melindungi diri. Caranya antara lain dengan menghentikan kontak dengan individu yang mengancam, mencari bantuan dari orang yang tepat, hingga melaporkan kejadian kepada pihak yang berwenang.
Boundary juga bisa ditetapkan saat terjadi konflik atau perselisihan berulang dengan orang tertentu. Menetapkan boundary yang jelas dapat membantu mengurangi potensi konflik dan melindungi kesejahteraan pribadi. Ini bisa melibatkan pembicaraan terbuka dan jujur untuk menentukan batasan yang saling menguntungkan dan menghindari situasi yang memicu konflik.
Terkadang, menetapkan boundary juga penting untuk menjaga fokus pada prioritas pribadi dan kebutuhan yang mendasar. Ini termasuk memperhatikan waktu, energi, dan sumber daya pribadi yang terbatas agar dapat mengalokasikan mereka dengan bijaksana sesuai kepentingan. Jangan sampai itu terganggu karena distraksi dari orang lain.
Ada beberapa jenis boundary yang biasanya ditetapkan. Antara lain;
- Boundary fisik yang berkaitan dengan ruang pribadi dan jarak fisik antara individu dengan orang lain. Ini meliputi batasan siapa yang diizinkan mendekati raga individu itu, masuk ruang privasi di rumah, atau masuk area personal di tempat kerja.
- Boundary digital melibatkan penggunaan piranti elektrik canggih termasuk media sosial. Ini meliputi batasan siapa saja yang jadi friend, follower, dan sejenisnya. Jenis hubungannya bisa dibatasi, antara lain hanya untuk dagangan, hanya teman dekat, hanya jam tertentu. Batasan ini untuk menghindri digital harrasement, digital bullying, penipuan lewat internet, dan sejenisnya.
- Boundary emosional melibatkan pengaturan perasaan dan emosi seseorang. Individu dengan boundary emosional yang sehat mampu mengenali dan mengungkapkan perasaannya, serta menentukan sejauh mana ia ingin berbagi emosi dengan orang lain.
- Boundary interpersonal berkaitan dengan batasan dalam hubungan dan interaksi dengan orang lain. Ini termasuk menentukan jenis hubungan yang diinginkan, serta menentukan batasan dalam interaksi sosial.
- Boundary waktu melibatkan pengaturan dan perlindungan waktu pribadi. Ini mencakup menetapkan waktu untuk diri sendiri, menentukan kapan menerima atau menolak permintaan waktu dari orang lain, serta mengelola keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan kegiatan pribadi.
- Boundary nilai-nilai dan keyakinan berkaitan dengan mempertahankan dan menyatakan keyakinan dan nilai-nilai pribadi. Individu dengan boundary nilai yang kuat dapat menghormati dan mempertahankan keyakinan diri sendiri, serta menghargai perbedaan dalam pandangan orang lain.
Menetapkan boundary yang sehat dan jelas memiliki beberapa manfaat penting. Boundary membantu menjaga keseimbangan emosional dan kesejahteraan psikologis. Ini memungkinkan individu melindungi diri dari situasi atau interaksi yang dapat menyebabkan stres, kecemasan, atau ketidaknyamanan berlebihan.
Boundary yang baik juga memungkinkan individu untuk menjaga privasi dan memilih sejauh mana ingin membagikan informasi pribadi atau terlibat dalam interaksi dengan orang lain. Ini memberikan rasa kebebasan dan kontrol atas kehidupan pribadi.
Menetapkan boundary yang jelas membantu melindungi individu dari gangguan, pelanggaran atau eksploitasi oleh orang lain. Ini dapat mencegah manipulasi, pelecehan, atau penyalahgunaan yang mungkin terjadi dalam hubungan sosial.
Boundary juga membantu individu mengenali dan menjaga nilai-nilai, keyakinan, dan preferensi pribadi. Ia dapat menentukan batasan yang sesuai untuk memastikan nilai-nilai yang diyakininya dihormati orang lain dalam interaksi sosial. Begitu juga sebaliknya, ia tahu cara menghargai nilai-nilai yang diyakini orang lain.
Menetapkan boundary juga meningkatkan hubungan interpersonal yang sehat dan saling menguntungkan. Ini membantu menciptakan kejelasan dan saling pengertian dalam interaksi sosial, mencegah konflik yang tidak perlu, dan membangun hubungan yang didasarkan pada saling menghormati dan menghargai batasan masing-masing.
Meskipun demikian, tetapkan boundary sewajarnya saja sesuai kondisi. Sebagaimana hal lain, semua yang berlebihan itu punya potensi kerugian juga.
Jika boundary yang ditetapkan terlalu ketat atau ekstrem, ada kemungkinan individu bakal terisolasi secara sosial. Ia individu sulit terlibat dalam interaksi sosial atau membangun hubungan yang mendalam. Dalam kondisi ekstrem, ini ini dapat menyebabkan konflik interpersonal saat orang lain mungkin tidak memahami batasan yang ditetapkan.


