Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – “Mbak…” seorang kerabat yang sudah mahasiswi curhat pada saya soal pribadi. “Kenapa ya Ray tiba-tiba putus kontak? Ditelpon, nomornya ganti. Di-chat, gak ada respon. Medsosnya gak aktif.”
“Ray itu siapa? Pacarmu, kah?” tanya saya.
“Teman kampus. Orang pertama yang aku kenal saat kuliah. Dulu sering bareng tugas kelompok, bikin karya bersama. Kami sering curhatan. Kalau pacarku, anak kampus lain.”
“Jangan-jangan kau mau ganti pacar?”
“Duh, enggak Mbak. Aku bukan tipe seperti itu. Tapi, jujur saja, ada rasa bagaimana…gitu saat Ray gak pernah kontak. Aku seperti kehilangan semangat, gitu.”
………….
Pembaca yang budiman, tak perlu saya beberkan curhatan kemenakan saya soal teman dan pacarnya itu. Saya cuma ingin tekankan hasil temuan ilmiah bahwa ghosting itu memang tidak menyenangkan. Dampak ghosting yang dilakukan teman berbeda dengan yang dilakukan pacar atau pasangan. Justru, ghosting dari teman bisa meningkatkan kecenderungan depresi.
Tapi, apa sih ghosting itu?
Ghosting terjadi ketika seseorang mengakhiri komunikasi dengan orang lain tanpa penjelasan.
Di era sekarang, orang banyak bergantung pada berbagai jenis alat bantu komunikasi digital moderen. Di masing-masing alat, ada fitur untuk pemblokiran yang memungkinkan seseorang memutus upaya komunikasi oleh orang lain. Secra praktis, ghosting menjadi salah satu strategi baru untuk memutus hubungan.
Banyak orang, terutama usia muda, pernah punya pengalaman dengan ghosting. Sekitar 30% anak muda pernah melakukan ghosting pada orang lain, 25% pernah jadi korban ghosting, dan 44% pernah berada di kedua posisi tersebut (LeFebvre et al, 2019). Sebagian besar studi tentang fenomena ghosting berfokus pada perilaku ghosting dan dalam konteks hubungan romantis. Banyak penelitian menemukan, ghosting berpengaruh pada kurangnya kesejahteraan psikologis dan meningkatnya ketidakpercayaan dalam hubungan romantik.
Michaela Forrai, Kevin Koban, Jörg Matthes dari Departemen Komunikasi di University of Vienna, Austria, melakukan survei panel dua gelombang terhadap kaum muda 16 – 21 tahun. Hasil studi mengungkapkan, ghosting teman dan ghosting pasangan romantik adalah dua fenomena berbeda.
Dalam hubungan pasangan romantik, sudah biasa jika ada komunikasi yang berlebihan. Ada perasaan menerima lebih banyak pesan daripada yang dapat ditangani seseorang. Jika terjadi ghosting atau putus komunikasi, itu secara positif bisa diprediksi. Ghosting oleh pasangan memang menjengkelkan tapi tidak terlalu berpengaruh pada kesejahteraan psikis karena sudah bisa diprediksi.
Namun, jika terjadi ghosting oleh teman, yang tersentuh adalah urusan harga diri seseorang. Ghosting teman justru meningkatkan kecenderungan depresi dari waktu ke waktu. Korban biasanya lebih kaget dan tidak bisa memprediksi kemungkinan itu. Maka, ghosting tidak hanya berbahaya tetapi juga dapat berdampak negatif bukan hanya pada korban tapi juga pada pelaku.
Dalam studi ini, Forrai bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor yang mendahului ghosting dan faktor-faktor yang berkembang sebagai konsekuensi dari ghosting dalam hubungan romantis dan dalam hubungan pertemanan dari sudut pandang pelaku ghosting. “Saya tertarik pada ghosting di antara teman serta perspektif para ghoster, yang sama-sama belum banyak mendapat perhatian secara ilmiah.”
Para peneliti melakukan survei pada dua titik waktu yang terpisah empat bulan. Jawaban dari total 978 responden dianalisis dari survei pertama. Dari jumlah tersebut, 415 peserta mengikuti survei kedua. Peserta ditanya tentang seberapa sering mereka ghosting pihak lain dalam hubungan romantis dan seberapa sering mereka ghosting pihak lain dalam hubungan pertemanan.
Jadi, berdasarkan temuan itu, nasihat saya pada kerabat yang curhat di atas adalah kalau bisa jangan lakukan ghosting dan jangan mau jadi korban ghosting. Keduanya sama-sama berdampak tidak nyaman secara psikologis. Jika komunikasi amat dibutuhkan, kembali saja ke cara lama. Tinggalkan sejenak piranti digital moderen, kembalilah ke jalan silaturrahim yakni menghubungi secara fisik. Bisa lewat teman atau secara langsung datangi Ray untuk memastikan keadaannya.


