Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Kalau melihat Fulan dan Fulin berbain sepeda di kompleks perumahan, rasa geram saya sesekali muncul. Saya tahu, bermain sepeda itu baik untuk kesehatan fisik dan mental mereka yang berusia sekitar tujuh tahun. Tapi, perilaku ‘semau gue‘ mereka di jalan umum perumahan bisa membahayakan mereka sendiri, saya, atau orang lain.
Saat bersepeda, mereka memasang plat di spak roda sehingga menimbulkan suara berisik. Tapi, oke lah, suara itu saya anggap tidak membahayakan. Yang saya khawatirkan, mereka mengobrol sambil nyetir atau berjejeran ambil jalur kanan. Nah, ketika mereka berhenti lalu menggeletakkan sepeda begitu saja di tengah jalan untuk masuk ke rumah Fulan, saya pun mulai intervensi.
Karena ibunya Fulan, yakni Bu Fulanah, teman dekat saya di arisan, saya pun nyaman ‘menegur’ si Fulan agar bersepeda sesuai aturan lalu lintas.
……….
Pembaca yang budiman, bermain sepeda bersama teman-teman di kompleks perumahan itu aktivitas menyenangkan dan menyehatkan anak. Selain berolahraga dan berinteraksi sosial, bermain sepeda dapat membantu mengembangkan berbagai keterampilan dan karakter positif anak.
Namun, karena jalan adalah tempat umum, anak-anak yang bermain sepeda harus dibekali aturan dan tata krama berlalu lintas. Nah, saat anak bermain sepeda di kompleks perumahan, ini bisa menjadi saat yang tepat untuk mengajari dasar-dasar berlalu lintas yang baik. Ini penting untuk menjaga keselamatan anak dan orang lain saat bersepeda di jalan.
Ajari anak untuk terbiasa bersepeda mengambil posisi di kiri jalan, karena kanan jalan untuk kendaraan dari arah berlawanan. Selain mengajari, juga beri contoh secara langsung. Misal, saat berboncengan sepeda atau sepeda motor atau dalam mobil, tunjukkan posisi kiri itu dan tunjukkan bagaimana reaksi kendaraan dari arah berlawanan di sisi kanan.
Didik anak untuk tidak sembarangan menggunakan jalan. Ingatkan, jalan itu milik bersama dan bukan miliknya sendirian. Apa yang dia lakukan di jalan bisa berpengaruh pada para pengguna jalan lainnya. Misalnya, menggeletakkan sepeda di tengah jalan bisa membuat mobil tidak bisa lewat. Kalau tiba-tiba si pengemudi mobil kesal lalu sepedanya dilempar, maka yang patut disalahkan adalah perilaku si anak.
Kenalkan anak pada tanda-tanda lalu lintas yang umum. Rambu warna merah biasanya berisi larangan, rambu biru berisi anjuran, rambu kuning biasanya peringatan. Misalnya, tanda dilarang masuk, dilarang parkir, dilarang belok kiri/kanan, ajuran belok kiri/kanan, peringatan bahaya licin, dan lain-lain. Biasakan anak mematuhinya saat bersepeda.
Mengajari anak dasar-dasar berlalu lintas melalui bermain sepeda di kompleks perumahan dapat menjadi pengalaman menyenangkan dan bermanfaat. Jangan lupa selalu memberikan contoh yang baik dan selalu mengingatkan anak tentang keselamatan saat bersepeda. Melatih anak tentang keselamatan saat bersepeda dapat membantu menjaga keselamatan mereka saat nanti kelak berkendara di jalan raya.


