Mengapa Ide Dahsyat Gampang Muncul Saat Mandi?

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Ah, banyak tugas nih. Harus bikin konsep-konsep kreatif untuk tiga event bulan depan,” kata seorang teman.

“Wah, mantap. Banyak orderan. Tapi, bagaimana memikirkannya kalau kau sangat sibuk begitu?” tanya teman saya yang lain.

“Ya, gampang lah. Mandi saja yang seger dulu. Atau, jalan-jalan sebentar atau saja tiduran sekalian.”

“Ha, enak amat…” ia tampak terperangah, lalu menoleh ke saya untuk bertanya, “Memang, kita bisa dapat ide dengan mandi?”

Saya langsung jawab, “Bisa saja. Ada orang yang berfikirnya sangat lancar justru saat mandi pakai shower.”

……….

Pembaca yang budiman, saya sering ditanya sejumlah orang tentang bagaimana cara mendapatkan ide. Saya sering jawab, ide bisa berkelebatan kapan saja dan di mana saja. Yang penting, kita bisa segera menangkapnya dan mencatatnya. Kalau tidak, ide-ide itu akan hilang begitu saja.

Bahkan, aktivitas yang tampaknya tanpa pikiran justru bisa menempatkan kita pada keadaan yang disebut ‘mengalir’. Sengaja berhenti berfikir justru dapat menghasilkan wawasan tak terduga dari ide-ide yang berinkubasi di alam bawah sadar. Saat kita sengaja memutus hubungan dengan ‘dunia luar’, justru membuat otak kita mengalir hingga mendapat perspektif baru.

Terus, mengapa mandi bisa memicu aliran pemikiran kreatif?

Jawabannya kita telusuri dari pangkal permasalahan. Kita sering memaksa otak memberi perhatian tetap dan terus-menerus pada tugas tertentu pada saat dan tempat tertentu. Padahal, otak juga punya batasan biologis. Saat kita memforsir otak untuk melakukan banyak tugas, maka itu justru sering kali menurunkan kinerja otak dan bahkan mengarah pada kekeliruan. Ketika pikiran rasional berfokus pada suatu masalah, itu bisa menghabiskan banyak bandwidth otak kita.

Lalu, enaknya bagaimana? Cobalah biarkan pikiran mengembara saat Anda melakukan hal-hal yang ‘tanpa berpikir’. Pada saat itu, biarkan pikiran alam bawah sadar Anda mengalir bebas di luar aktivitas yang ada.

Yang saya maksud dengan hal-hal ‘tanpa berpikir’ adalah rutinitas yang relatif otomatis bisa kita kerjakan. Misalnya, mandi, berjalan kaki, nyetir kendaraan di rute yang sudah dihafal, atau sekadar rebahan. Itu semua contoh aktivitas soliter yang seolah-olah membuat Anda terputus dari dunia luar. Nah, saat-saat terputus seperti itu bisa menjadi interval meditatif dan santai yang membuka fikiran Anda pada ide atau perspektif baru.

Manfaat tambahan dari mandi shower adalah suara semburan air bisa menghalangi rangsangan dari luar. Deru air menghasilkan deprivasi sensorik, mengambil bandwidth yang akan digunakan untuk persepsi lain, dan mengarahkannya ke ruang mental yang digunakan pikiran untuk mengalir bebas. Lalu, ide-ide yang bermunculan dari alam bawah sadar itu dapat bangkit dengan sendirinya ke alam sadar sehingga bisa membawa Anda melewati masalah kebuntuan ide.

Maka, bisa jadi teman saya itu sering mendapatkan ide-ide kreatif setelah menenangkan diri di kamar mandi. Ia sengaja tidak memikirkan apa pun sehingga alam bawah sadarnya bebas mengembara lalu mendapatkan serpihan-seprihan ide yang kemudian bisa ia tampilkan lebih jelas lewat alam sadar setelah mandi.

Facebook Comments

Comments are closed.