mepnews.id – Sukma Jenny Emadina Putri, mahasiswa program studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas airlangga (Unair), meraih juara I lomba Youth-led Innovation Lab (YIL) 2022 for Green Entrepreneurship tingkat Provinsi Jawa Timur pada Minggu 30 Oktober 2022.
Dalam kompetisi tersebut, Jenny menggagas platform bernama ‘Refull’ untuk meminimalisir penggunaan sampah plastik dalam rumah tangga. “Kota Surabaya menghasilkan 400 ton sampah per hari, 70 persen di antaranya sampah rumah tangga. Saya merasa ini sangat tidak relevan dengan keinginan Pemkot Surabaya yang menolak single use plastic,” ujarnya.
Maka, ia bersama Jinan Evaretta dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengusung platform Refull yang dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga antara lain sabun mandi, sabun cuci pakaian, sabun cuci piring, dan lain sebagainya. Melalui fitur website, para customer dapat melakukan isi ulang kebutuhan rumah tangga dengan sistem one step payment. Dengan demikian, rumah tangga tidak lagi memproduksi sampah plastik.
Jenny menjelaskan, gagasannya juga mempertimbangkan ekosistem bisnis dan lingkungan secara B2B. Dalam implementasinya, ia melibatkan pelaku UMKM Surabaya sebagai pemasok bahan baku Refull untuk memberdayakan ekonomi lokal. Hal tersebut juga dapat meminimalisasi dampak pencemaran lingkungan. Jika melibatkan pabrik-pabrik sabun skala produksi besar, itu bisa memberikan dampak buruk lebih besar terhadap lingkungan.
“Refull diupayakan sebagai konsep sederhana yang dari hulu ke hilir memperhatikan bagaimana solve the problem, memperhitungkan lingkungan, membentuk sirkulasi ekonomi sehat bagi sekitar, dan stabil dalam hal revenue karena kami merancang legal planning yang strategis. Tentunya, ini semua bisa diakses secara mudah dan masuk dalam daily life masyarakat,” ungkap Jenny.
Ia mengaku, hal menarik dari bisnis berbasis digital adalah cost-nya lebih banyak dari pengembangan aplikasi dan website yang tidak dapat ditutup melalui penjualan dalam waktu dekat. Namun, hal tersebut dapat diatasi melalui rancangan legal planning strategis dan beberapa developmental movement.
“Jadi memang istilah paling gede uangnya harus ke website dan aplikasi dulu. Saya dengar Unair ada BPBRIN dan Inkubator. Harapannya ada keberlanjutan untuk kami di situ,” ucapnya.
terakhir, ia memberi semangat kepada para mahasiswa yang hendak mengikuti perlombaan. “Harus all out dalam setiap usaha. Selalu terbuka pada setiap kesempatan. Terus mencoba dan implementasikan.”
Youth-led Innovation Lab (YIL) 2022 for Green Entrepreneurship adalah kompetisi terbuka sehingga para peserta dapat berkolaborasi lintas institusi. (*)


