Peneliti ITS Rancang Kapal Pembersih Sampah Tanpa Awak

mepnews.id – Permasalahan sampah di perairan Indonesia masih mengancam keselamatan biota laut. Maka, dosen Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Hasanudin ST MT bersama tim mengembangkan inovasi kapal pembersih sampah tanpa awak.

Perancangan kapal ini untuk menjawab kekhawatiran atas tingginya pencemaran mikroplastik pada ekosistem laut, terutama di pesisir. “Jika tidak ditangani segera, ekosistem laut kita jadi taruhan,” kata Hasan lewat situs resmi its.ac.id.

Kapal pembersih ini mengedepankan prinsip kesederhanaan desain agar mudah dioperasikan dan dirawat masyarakat lokal. Kapal ini menggunakan lambung ganda untuk stabilitas operasional.

“Kami mendesain sistem sederhana namun kuat karena ditargetkan untuk masyarakat pesisir,” papar pakar Desain Kapal tersebut.

Bagian depan kapal dibuat sirip pengatur yang berfungsi mengarahkan sampah menuju keranjang penampung di bagian tengah saat armada bergerak maju. Sistem kendali kapal juga memanfaatkan remote control yang dapat dioperasikan dari jarak satu kilometer.

Kapal dicancang efisien secara operasional sehingga tidak memerlukan biaya tinggi untuk perawatan sensor. “Kadang teknologi terlalu canggih malah mangkrak karena biaya perawatan tinggi dan minim tenaga ahli di pesisir,” ungkap alumnus S1 Teknik Perkapalan ITS itu.

Hasan dan timnya telah mengembangkan dua unit baru yang diuji coba di pesisir Bali baru-baru ini. Dua unit ini panjangnya 8 meter sehingga lebih tangguh menghadapi gelombang laut terbuka. Keduanya telah dilakukan uji coba implementasi di kawasan wisata Bali serta Kalimantan melalui kerja sama antara Science Techno Park (STP) Maritim atau Nasdec ITS dengan PT Pertamina (Persero).

Kapal versi terbaru ini juga disematkan berbagai fitur mutakhir. “Kami lengkapi dengan alat pencacah sampah, sistem pemantauan kamera CCTV, serta suplai energi ramah lingkungan berbasis panel surya,” jelas Hasan.

Untuk operasional, masyarakat lokal akan dipersiapkan melalui kolaborasi dengan organisasi komunitas di area pesisir Bali. Kelengkapan dokumen SOP serta serah terima sudah disiapkan sehingga inovasi ini benar-benar membawa dampak berkelanjutan untuk menjaga laut.

Pada jangka panjang, tim FTK ITS juga merencanakan integrasi AI berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi area kepadatan sampah secara otomatis. (Syifa Rahmadina)

Facebook Comments

POST A COMMENT.