mepnews.id – Belajar lintas negara kini menjadi bagian penting dari pengalaman mahasiswa IPB University. Tahun 2025, tercatat 466 mahasiswa IPB University mengikuti program outbound di 29 negara melalui skema student exchange, internship, joint research, maupun program mobilitas internasional lainnya.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan, menyampaikan peningkatan mobilitas outbound menjadi salah satu fokus strategis dalam penguatan internasionalisasi kampus.
“Ke depan, fokus kita adalah meningkatkan jumlah mahasiswa outbound. Upaya ini dapat dilakukan melalui penguatan Kuliah Kerja Nyata tematik (KKNT) Internasional, program student exchange, serta berbagai skema mobilitas global lainnya,” ujarnya, lewat situs resmi ipb.ac.id.
Negara tujuan mahasiswa IPB University tersebar di kawasan Asia, Eropa, hingga Australia dan Amerika. Destinasi dengan jumlah mahasiswa terbanyak antara lain Thailand, Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan. “Ini menunjukkan semakin luasnya jejaring kemitraan internasional yang dibangun IPB University dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi global,” ujarnya.
Menurut Dr Alim, mobilitas outbound tidak hanya meningkatkan pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat kompetensi global, jejaring internasional, serta kemampuan adaptasi lintas budaya. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan IPB University untuk bersaing di tingkat internasional.
Di sisi lain, peningkatan outbound juga seiring dengan naiknya jumlah mahasiswa internasional inbound di IPB University. Kini, ada 1.526 mahasiswa dari 81 negara untuk baik program degree maupun non-degree.
Atas capaian mobilitas mahasiswa tersebut, IPB University meraih Golden Winner Anugerah Diktisaintek 2025 pada kategori mobilitas mahasiswa nondegree terbanyak.
“Untuk mendukung percepatan mobilitas global mahasiswa, IPB University menghadirkan layanan paspor gratis melalui kerja sama pembukaan immigration point di dalam kampus. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi hambatan administratif sehingga mahasiswa lebih mudah mengikuti program internasional,” ucap Dr Alim.
Dengan penguatan kebijakan dan dukungan sistem yang terintegrasi, IPB University optimistis mobilitas outbound mahasiswa terus meningkat, sekaligus memperkokoh reputasi kampus sebagai institusi pendidikan tinggi berkelas dunia. (Lp)



POST A COMMENT.