Mengapa Terlibat Judi Bisa Bikin Orang Ingin Bundir?

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Contoh kasus ini banyak sekali. Misalnya, seorang perwira TNI asal Sumatera Utara yang mati secara tidak wajar di tempat tugas kawasan rawan konflik saat kondisi finansialnya terganggu judi online.  Atau, pria usia 44 tahun karyawan swasta di Ciputat yang kecanduan judi lalu stress dan kemudian mati tergantung di rangka atap saung rumahnya.

Sampai-sampai, Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi menyebut kecanduan judi online berdampak buruk pada kesehatan mental. Dampak kecanduan judi bisa menyebabkan masalah keuangan, mental emosional, relasi sosial, hingga hukum. Kalau kecanduan judi, orang bisa mengalami gangguan kecemasan ansitas. Kalau berlanjut, akan terjadi depresi. Jika tidak segera tertangani, bisa terjadi gangguan psikotik (gila). Kalau sampai parah, bisa sampai tindakan mau bunuh diri.

Nah, saya barusan mendapatkan tambahan bukti ilmiah bahwa hampir satu dari lima orang yang mencari bantuan karena masalah perjudian sudah mengalami pikiran untuk bunuh diri. Faktor-faktor seperti utang menumpuk dan kurangnya dukungan sosial justru meningkatkan risiko ini.

Peneliti dari Finlandia dan Swedia ingin mengidentifikasi mekanisme spesifik pada kecenderungan bundir terkait perjudian berdasarkan jenis kelamin. Sebelumnya, diketahui hubungan antara perjudian dan pikiran bundir sangat kompleks, dipengaruhi kondisi psikologis yang mendasari, sifat kepribadian, hingga kehancuran finansial parah.

Dengan meneliti pria dan wanita secara terpisah, para ilmuwan berharap dapat mengungkap faktor risiko unik yang dapat meningkatkan perawatan kesehatan mental. Jika bisa mengidentifikasi tanda-tanda peringatan spesifik, diharapkan bisa dicegah krisis kesehatan mental parah pada populasi rentan. Jika memahami bagaimana orang yang berbeda mengalami dampak buruk perjudian, para profesional kesehatan bisa menawarkan perawatan yang lebih baik dan lebih personal.

Para peneliti memiliki kumpulan data 2.800 orang dewasa yang mendaftar dalam program bantuan daring delapan minggu tahun 2019 – 2024 di Finlandia untuk masalah perjudian yang mencakup bantuan materi swadaya, dukungan sebaya, dan konseling profesional. Data sampel 1.746 pria dan 1.054 wanita ini memungkinkan para peneliti menyelidiki faktor risiko kecenderungan bundir dengan metode statistik secara terpisah untuk pria dan wanita.

Setelah mendaftar masuk program bantuan, peserta mengisi kuesioner rinci tentang kebiasaan berjudi mereka dan kesejahteraan fisik dan mental secara keseluruhan. Lalu, para peneliti secara khusus mengukur skala ide bundir yakni adanya pikiran aktif untuk mengakhiri hidup sendiri.

Peneliti menggunakan skala penilaian depresi klinis standar yang menanyakan keinginan untuk hidup selama tiga hari terakhir. Sejumlah peserta mengaku kematian adalah jalan keluar yang mungkin atau satu-satunya keselamatan.

Hasil analisis data mengungkapkan, 19,8 persen dari semua responden mengalami pikiran mau bundir hanya baru-baru ini. Masalah ini secara signifikan lebih umum terjadi pada wanita. Data menunjukkan 25,5 persen wanita melaporkan adanya pikiran untuk bundir, sementara pria hanya 16,4 persen.

Kurangnya dukungan sosial muncul sebagai prediktor terkuat munculnya ide mau bundir pada semua jenis kelamin. Orang yang merasa tidak memiliki siapa pun untuk dimintai bantuan selama masa-masa sulit memiliki risiko jauh lebih tinggi. Ini menunjukkan, isolasi memainkan peran besar dalam dampak psikologis kecanduan judi.

Memiliki hutang terkait perjudian juga memberikan bukti peningkatan risiko pikiran mau bundir. Beban keuangan karena berhutang besar bisa menjadi katalis langsung bagi tekanan emosional parah dan keputusasaan. Tingkat keparahan masalah perjudian merupakan faktor risiko bersama lainnya.

Meningkatnya intensitas kecanduan judi juga mendorong peningkatan kemungkinan mau bundir.

Para peneliti menemukan perbedaan antar jenis kelamin ketika mengaitkannya dengan konsumsi alkohol. Penggunaan alkohol sangat signifikan meningkatkan kemungkinan munculnya pikiran bundir di kalangan wanita. Bagi pria, faktor ini tidak terlalu signifikan.

Namun, penelitian tidak menemukan hubungan statistik antara jenis judi tertentu dan pikiran bundir. Beberapa bukti sebelumnya menunjukkan kecenderungan bundir lebih umum terjadi pada orang berjudi online kecepatan tinggi (kasino, mesin slot, dan sejenisnya).

Meski demikian, sebagian besar peserta melaporkan judi permainan berkecepatan tinggi, seperti mesin slot elektronik online dan produk kasino online, menyebabkan mereka paling banyak mengalami kerugian. Permainan cepat ini membuat pengguna memasang taruhan terus menerus tanpa jeda yang cenderung menyebabkan kerugian cepat.

Tapi, jangan salah paham. Ini tidak berarti permainan judi kasino online berkecepatan tinggi aman untuk dimainkan. Hampir 65% dari sampel melaporkan masalah dengan slot online, dan 48% melaporkan mengalami masalah karena kasino online. Produk judi online berkecepatan tinggi ini menyebabkan kerugian paling signifikan pada seluruh sampel termasuk yang sampai ingin bundir.

Nah, yang paling penting untuk dicatat, kecenderungan ingin bundir karena perjudian ini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang didorong oleh faktor komersial dan sosial. Siapa pun yang bersentuhan dengan judi —online maupun offline— bisa mengalami pikiran untuk bundir.

Pencegahan masalah ini bisa dilakukan lewat berbagai sisi. Misalnya, pemerintah melarang segara bentuk perjudian dan mengambil tindakan tegas pada para pelakunya. Masyarakat, terutama orang-orang terdekat, memberikan bantuan finansial, sosial, dan mental pada para pelaku. Yang terpenting, pelaku sendiri segera menyadari judi itu tidak benar dan tidak baik sehingga harus segera meninggalkannya.

Jangan dekat-dekat dengan judi, ya….

Article Tags

Facebook Comments

Comments are closed.