mepnews.id – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tuntutan dunia kerja, Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta memilih langkah berbeda. Jika hari-hari lain penuh jadwal kuliah, hari Rabu dibuat lebih fokus. Mahasiswa semester awal hanya belajar dua mata kuliah paling penting era sekarang: Bahasa Inggris dan Komputer.
Kampus sengaja mengatur jadwal belajar lewat program Rabu Singkat. Ini strategi kampus yang terlihat sederhana namun dinilai punya dampak besar pada kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional.
Menurut Kepala Koordinator Kelas Komputer, Frengki Pernando SKom MKom, pembelajaran di kelas komputer dirancang bertahap berdasarkan kemampuan awal mahasiswa. Banyak mahasiswa datang dengan kemampuan minim, bahkan ada yang baru pertama kali menggunakan aplikasi dasar.
“Kita mulai dari level paling dasar. Ada yang belajar Office dulu, kemudian naik ke desain grafis, sampai akhirnya bisa membuat website,” jelasnya.
Bagi mahasiswa yang datang dari daerah dengan fasilitas terbatas, program ini sangat membantu. Mereka bisa mengejar ketertinggalan tanpa harus minder dengan teman-teman lainnya.
Selain kemampuan teknis, mahasiswa belajar cara menulis artikel, menyusun tugas akademik, hingga membuat portofolio digital yang nantinya dapat mereka gunakan saat melamar magang. Hasilnya, mahasiswa jadi merasa jauh lebih percaya diri mengerjakan tugas dan siap menghadapi dunia kerja.
Untuk kelas Bahasa Inggris, pembelajaran dirancang berdasarkan standar IELTS. Mahasiswa tak hanya belajar grammar, tetapi juga reading, speaking, listening, dan writing. Yang menarik, di akhir sesi pembelajaran, mahasiswa diwajibkan mengikuti tes profisiensi seperti IELTS, TOEFL, atau Duolingo Test. Sertifikat ini nantinya bisa dimasukkan dalam SKPI sehingga menjadi nilai lebih ketika mereka melamar pekerjaan.
“Banyak mahasiswa baru sadar pentingnya Bahasa Inggris setelah masuk magang,” ujar Alejandro Timiwa, Kepala Koordinator English Center.
Hasilnya? Rabu Singkat membuat mahasiswa cukup percaya diri menghadapi wawancara magang, mengikuti program pertukaran pelajar (student exchange) di luar negeri, atau melamar pekerjaan dengan modal sertifikat bahasa internasional.
Karena tidak semua mahasiswa punya waktu belajar yang sama, kampus menyediakan tiga sesi: pagi dan siang untuk kelas reguler serta malam untuk kelas karyawan. Sesi malam dilakukan secara online agar mahasiswa pekerja tetap bisa ikut. Fleksibilitas ini menjadikan Rabu Singkat lebih inklusif dan ramah bagi berbagai latar belakang mahasiswa.
“Selama mengikuti kelas Inggris sama Komputer, aku tidak ada kendala waktu. Menurut aku, sistem pembagian waktunya sudah efektif buat belajar, dan sangat sesuai dengan kemampuan kita,” ujar Luthfi salah salah satu mahasiswa semester 3.


