mepnews.id – Siswa-siswi SMAN 10 Surabaya mengikuti kegiatan bertema budaya Jepang, yakni pembuatan ramen, bersama Japan Corner di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) pada 28 April 2025.
Dikabarkan situs resmi unusa.ac.id, kegiatan dikemas santai namun edukatif. Para siswa belajar membuat ramen sekaligus diajak mengenal budaya Jepang dari sisi kuliner. Mereka diperkenalkan bahan dasar pembuatan ramen, teknik mengolah mie dan kuah, hingga memahami nilai filosofi sajian ramen.
Di bawah bimbingan tim Japan Corner, para peserta mengikuti setiap tahap pembuatan. Dari merebus mie, menyiapkan topping seperti telur, ayam, hingga menyusun ramen dengan estetika khas Jepang. Lalu, siswa-siswi mendapatkan penjelasan singkat tentang sejarah ramen dan perbedaan jenis ramen di berbagai daerah di Jepang.
Panji, salah seorang peserta, gembira bisa terlibat kegiatan ini. “Seru sekali. Saya pecinta ramen. Sekarang saya jadi tahu bagaimana cara membuat sendiri. Butuh ketelitian, terutama dalam membuat kuahnya agar rasanya pas.”
Menurut Panji, ia mendapatkan ilmu baru serta lebih memahami budaya Jepang dari sisi berbeda. Tidak hanya lewat anime atau manga yang biasa ia tonton.
Lenny Puspitasari, Koordinator Kegiatan Japan Corner Unusa, menjelaskan kegiatan seperti ini merupakan agenda rutin setiap bulan. Japan Corner Unusa berkomitmen terus mengenalkan budaya Jepang pada masyarakat luas, khususnya generasi muda, melalui berbagai aktivitas kreatif.
“Kami ingin budaya Jepang bisa dipahami lebih dekat dan menyenangkan. Setiap bulan kami mengadakan kegiatan bertema budaya Jepang. Untuk bulan ini, kegiatan pembuatan ramen kami padukan dengan momen halal bihalal. Ini sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antar peserta dan mempererat silaturahmi,” ungkap Lenny.
Melalui kegiatan semacam ini, Japan Corner Unusa berharap dapat menjadi jembatan yang menghubungkan dua budaya sekaligus membangun pengalaman belajar lintas budaya yang lebih luas untuk para siswa.
Unusa tidak hanya memperkenalkan sisi kuliner Jepang, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagaimana budaya luar bisa dipelajari dengan menyenangkan, serta memperkaya wawasan global para generasi muda. (Humas Unusa)


