mepnews.id – Program Studi Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo) menyelenggarakan kuliah praktisi bertajuk ‘Film Dokumenter dan Fiksi’. Kegiatan di Laboratorium Ikom pada 15–16 April 2026 mulai 09.00 hingga selesai ini menghadirkan dua praktisi Komunitas Film Ponorogo Indie (KOFPI); Nur Azis Widuyanto SSos dan Gelora Yudaswara SSn. Peserta sekitar 80 mahasiswa Ikom semester 4 angkatan 2024 dari tiga kelas.
Dikabarkan situs resmi umpo.ac.id, kuliah praktisi ini diselenggarakan sebagai pembekalan Praktikum Terpadu Content Komunikasi dengan output karya film dokumenter dan fiksi. Tujuannya memberikan perspektif praktisi mengenai perkembangan film tingkat lokal maupun nasional.
Kaprodi Ikom, Oki Cahyo Nugroho, menekankan bahwa perkuliahan tidak hanya bertumpu pada penyampaian materi dari dosen semata, tetapi juga membutuhkan pengembangan perspektif dari luar kampus sebagai bagian dari pengayaan keilmuan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun jejaring kerja sama dengan filmmaker lokal yang telah memiliki rekam jejak di tingkat nasional.
Pada sesi pertama 15 April, Nur Azis Widuyanto menyampaikan materi penulisan naskah film dokumenter dan fiksi. Ia menekankan, film merupakan medium bercerita yang harus mampu membuat penonton ‘percaya’ (make believe) terhadap realitas yang disajikan, bahkan dalam cerita fiksi. Ia menyoroti pentingnya sudut pandang dalam film, karena perspektif pembuat film akan menentukan bagaimana cerita dibangun dan disampaikan kepada audiens.
Pada sesi 16 April, Gelora Yudaswara membahas aspek produksi film dokumenter dan fiksi. Ia menjelaskan, secara teknis produksi film memiliki kesamaan namun nilai (value) yang dihadirkan dapat berbeda tergantung pada pendekatan dan tujuan cerita. Ia menekankan pentingnya observasi sebagai dasar dalam proses penciptaan film dokumenter maupun fiksi. Observasi ini sumber pengetahuan dan kepekaan terhadap realitas sosial.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu memahami proses kreatif dan teknis dalam produksi film, sekaligus memiliki perspektif yang lebih luas dalam mengembangkan karya audiovisual yang komunikatif, bermakna, dan relevan dengan perkembangan industri kreatif saat ini.



POST A COMMENT.