mepnews.id – Ketenangan batin saat menyantap hidangan kini menjadi prioritas di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terbaik se-Indonesia, UMM memperkuat identitas sebagai Kampus Islami melalui inisiasi Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).
Ketua Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (PS-P3H) UMM, Prof Dr Ir Elfi Anis Saati MP, menegaskan Zona KHAS hadir untuk menjamin setiap suapan yang dikonsumsi civitas akademika dan tamu kampus telah memenuhi standar syariat sekaligus prosedur higienitas ketat.
“Kami ingin memastikan ketenangan batin siapa pun yang berkunjung. Melalui Zona KHAS, kualitas gizi dan keamanan pangan terjaga, sementara ekosistem wisata halal di lingkungan kampus semakin kuat,” ujarnya, lewat situs resmi umm.ac.id.
Sebagai langkah konkret, UMM menggelar Focus Group Discussion (FGD) Zona KHAS pada 15 April 2026 di ruang sidang Wakil Rektor V. Kegiatan ini ajang kolaborasi lintas sektor yang menghadirkan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang sebagai mitra pendanaan.
Prof Dr Ir Warkoyo MP IPM, Dekan Fakultas Pertanian Peternakan UMM, saat membuka acara menyatakan rintisan ini merupakan komitmen jangka panjang. Persiapan dimulai sejak September 2025 melalui serangkaian workshop bagi pelaku UMKM kantin dan pendampingan sertifikasi halal untuk tiga dapur hotel milik UMM.
Untuk tahap awal, tiga titik prioritas akan menjadi pilot project yakni kantin Fakultas Teknik di GKB III, Kantin Asri, dan kantin Rumah Sakit UMM. Ke depannya, program diperluas hingga ke area GKB I dan kawasan wisata Sengkaling.
Ketua program Zona KHAS, Dr Ir Asmah Hidayati MP IPM, mengungkapkan dalam waktu dekat akan dilakukan pelatihan Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi para pengelola kantin. Pengecekan kualitas air dan pengujian sampel makanan dari bahan tambahan berbahaya, seperti boraks dan formalin, juga dilakukan berkala.
Targetnya, sekitar 25 tenant kuliner di area prioritas segera tersertifikasi. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, Zona KHAS UMM dijadwalkan diluncurkan oleh Gubernur Jawa Timur dalam kurun waktu 2 hingga 4 bulan ke depan.
Melalui rintisan ini, UMM tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi pelaku usaha lokal, tetapi juga memantapkan posisinya sebagai pionir kampus yang menyediakan ekosistem halal yang profesional dan penuh keberkahan.(faqih Ahmad)



POST A COMMENT.