Bekali Calon Guru PAI yang Kreatif, Berikut Project Tes Akhir Mahasiswa STAIMAS Wonogiri

mepnews.id – Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri melaksanakan aneka project Tes Akhir Semester (TAS) yang dilaksanakan Senin-Sabtu 24-29 Juni 2024.

Project TAS PAI itu di antaranya membuat modul ajar, membuat laporan observasi terkait moderasi beragama di lingkungan sekitar, mengembangkan bahan ajar interaktif berbasis online seperti gimkit, kahoot, wordwall, video animasi pembelajaran interaktif dengan menggunakan website Doratoon atau animaker serta video pembelajaran bahasa Arab menggunakan salah satu Maharatul Lughah.

Kapordi PAI STAIMAS Wonogiri, Eka Yuni Purwanti SPdI MPd, mengemukakan bentuk tes diserahkan kepada dosen terkait sesuai dengan mata kuliah masing-masing. “Ada mata kuliah yang lebih baik dilaksanakan dalam bentuk project untuk mengasah kemampuan mahasiswa,” ucap Eka.

Rhizma Aurezia, mahasiswa semester IV, menuturkan dirinya terlibat secara mendalam dalam proses kreatif yang menggugah semangat selama praktik pembuatan bahan ajar online.

“Kami ditugaskan merancang modul pembelajaran interaktif untuk mata pelajaran PAI BP. Sebelum membuatnya, kami mulai dengan riset mendalam untuk memahami kebutuhan siswa serta memilih pendekatan yang tepat dalam menyajikan materi kompleks menjadi lebih mudah dipahami,” imbuh Rhizma.

Setelah merumuskan struktur dan konten modul, dilanjutkan dengan mengembangkan berbagai elemen interaktif seperti video pembelajaran, serta kuis interaktif yang memungkinkan siswa terlibat aktif dalam proses belajar.

“Saya belajar banyak di mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar. Berharap kelak saat mengajar materi yang saya sampaikan bisa untuk memudahkan akses dan pemahaman siswa terhadap materi,” lanjutnya.

Dikemukakan Rhizma, tantangan terbesarnya adalah memastikan bahan ajar yang dibuat tidak hanya informatif tetapi juga menghibur dan memotivasi siswa belajar lebih dalam.

“Melalui proses ini, saya mengalami pertumbuhan pribadi dalam hal kreativitas, kerjasama tim, dan penggunaan teknologi pendidikan yang inovatif. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang desain pembelajaran, tetapi juga mempersiapkan saya untuk menghadapi tantangan dalam dunia pendidikan digital yang terus berkembang,” jelasnya.

Dosen Mata Kuliah Teknologi Pendidikan, Maulana Iskandar SPd MPd, menuturkan tes dalam bentuk project merupakan alat untuk mengukur ketercapaian pengetahuan yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan satu semester.

“Mahasiswa tidak hanya mengetahui ilmunya, akan tetapi juga bisa mempraktikan sehingga ilmu yang dimilikinya bersifat teoritis dan praksis,” ucap Maulana.

Facebook Comments

Comments are closed.