Gaul dengan Orang Toxic Bikin Cepat Tua

Esti

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Mbak, rasanya makin lama makin capek sama dia. Tiap ketemu, selalu ada drama. Dikit-dikit nyalahin orang, padahal dia yang bikin masalah. Duh, kesel. Dia tuh kayak nyedot energi. Berat rasanya kepala sehabis ngomong sama dia,” begitu curhatan Leksi.

“Oh, se-toxic itu kah dia?” saya mencoba menelisik permasalahan.

“Iya, Mbak. Dia bikin stres saja. Kalau tiap minggu ketemu dia, rambut bisa lebih cepat beruban.”

“Hahaha… ada benarnya, sih. Orang toxic memang bikin pikiran kita terus tegang.”

__________

Pembaca yang budiman, kualitas hubungan sosial kita memiliki dampak besar terhadap kesehatan mental maupun fisik. Hubungan yang suportif dapat meningkatkan kesejahteraan. Hubungan yang penuh konflik atau ‘toxic‘ dapat menjadi sumber stres kronis yang berdampak pada tubuh. Bahkan, hubungan sosial yang tidak baik bisa mempercepat proses penuaan biologis.

Orang yang toxic biasanya memiliki perilaku sering memicu konflik, bersikap pasif-agresif, terlalu kritis, atau terus-menerus menciptakan kesulitan bagi orang lain. Interaksi dengan orang seperti ini dapat menjadi tekanan psikologis yang terus-menerus bagi kita. Padahal, stres kronis dapat memicu berbagai dampak biologis, meningkatnya peradangan (inflammation) dan mempercepat proses penuaan tubuh.

Gabungan tim peneliti di Amerika Serikat menguji lebih dari 2.300 relawan peserta penelitian dari berbagai kelompok usia. Mereka lalu memetakan jaringan sosial setiap relawan penelitian untuk mengidentifikasi siapa-siapa yang hubungannya suportif dan siapa-siapa yang hubungannya menimbulkan stres. Individu yang sering menimbulkan stres dalam hubungan sosial disebut sebagai hasslers.

Selain memetakan jaringan sosial, para peneliti mengukur usia biologis para peserta. Berbeda dengan usia kronologis (jumlah tahun seseorang menjalani hidup), usia biologis menggambarkan kondisi sel dan tubuh yang sebenarnya. Pengukuran dilakukan melalui analisis DNA methylation dari sampel air liur. Metode ‘epigenetic clock‘ ini dapat menunjukkan seberapa cepat tubuh seseorang mengalami penuaan pada tingkat molekuler.

Hasil penelitian menunjukkan, hubungan sosial yang buruk alias toxic memiliki dampak nyata terhadap penuaan biologis. Secara statistik, setiap satu orang toxic dalam jaringan sosial seseorang bisa dikaitkan dengan percepatan penuaan sekitar 1,5 persen. Jika dihitung rata-rata, orang yang memiliki individu toxic dalam lingkaran sosialnya rata-rata memiliki usia biologis sembilan bulan lebih tua dibandingkan orang dengan usia kronologis yang sama tetapi tanpa hubungan yang toxic.

Penelitian ini juga menemukan, 28,8% peserta memiliki setidaknya satu orang toxic dalam jaringan sosial mereka, sementara 10% memiliki dua orang atau lebih yang toxic. Menariknya, dibandingkan laki-laki, kaum perempuan ternyata lebih sering memiliki orang toxic dalam lingkaran sosialnya. Selain itu, orang yang merasa bahwa banyak orang bergantung pada mereka juga lebih cenderung memiliki hubungan sosial yang menimbulkan stres.

Hasil studi juga menunjukkan, anggota keluarga yang toxic sering memberikan dampak paling kuat terhadap penuaan biologis. Hal ini kemungkinan terjadi karena hubungan keluarga sulit dihindari. Sumber stres di dalam keluarga lebih sulit diputuskan dibandingkan hubungan dengan teman atau rekan kerja.

Selain mempercepat penuaan biologis, hubungan dengan orang toxic juga dikaitkan dengan berbagai indikator kesehatan yang lebih buruk. Individu yang punya lebih banyak hasslers cenderung melaporkan tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi, kesehatan subjektif yang lebih buruk, serta tingkat peradangan tubuh yang meningkat. Kondisi ini menunjukkan dampak hubungan sosial negatif tidak hanya bersifat psikologis tetapi juga biologis.

Nah, hati-hati. Anda perlu selektif dalam membina hubungan sosial. Ambil jarak aman dari orang-orang yang terus menimbulkan stres atau konflik. Ini demi menjaga kesehatan Anda jangka panjang dan demi mendukung proses penuaan yang lebih sehat.

Facebook Comments

Comments are closed.