Unicef Jajaki Kerjasama dengan Undana

mepnews.id – Salah satu lembaga PBB, yakni United Nations Children’s Fund (Unicef) Indonesia, melakukan penjajakan kemitraan bersama Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk menjawab tantangan iklim dan masalah gizi.

Dikabarkan situs resmi undana.ac.id, penjajakan kemitraan ditandai dengan kunjungan kerja tim Unicef Indonesia di di ruang rapat Rektorat Undana pada 12 Februari 2025. Tim ini terdiri dari Mamdou Ndiaye selaku Kepala Bidang Gizi, Ha’i Raga Lawa selaku Petugas Gizi, Blandina Bait sebagai Spesialis Gizi, dan Yudhistira Yewangoe sebagai Kepala Kantor Lapangan Kupang.

Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi kedua di Indonesia, dengan angka 37% dari jumlah penduduk. Maka, Unicef Indonesia menawarkan empat program kerja pada Undana dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah Indonesia.

Program pertama yang ditawarkan adalah pemenuhan nutrisi. Mamdou Ndiaye menekankan, “Ini bukan sekadar makan untuk kenyang, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan nutrisi. Kurangnya pemenuhan nutrisi berdampak pada penurunan kualitas pembelajaran.”

Program kedua ialah penelitian bersama yang diharapkan dapat disambut baik oleh peneliti, termasuk dosen, guru besar, maupun mahasiswa Undana. Ini dapat dilakukan melalui pengembangan produk-produk inovatif, seperti penggunaan bahan yang menghasilkan makanan bernutrisi.

Ketiga, pengembangan inovasi berkaitan dengan MBG. Mamdou Ndiaye mengatakan, MBG harus bisa menjangkau banyak daerah terpencil di NTT.

Keempat, manajemen pengetahuan. Menurut Kepala Bidang Gizi Unicef Indonesia tersebut, MBG harus didokumentasikan dimulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan. Ini akan menjadi bahan evaluasi kinerja dan pembelajaran bagi negara lainnya dalam penanganan masalah gizi buruk dan stunting.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka eksplorasi dan diskusi mengenai keunikan dan nilai tambah yang dimiliki Undana sehingga dapat menjadi salah satu mitra kerjasama Unicef Indonesia.

Unicef merupakan organisasi PBB yang bertujuan melindungi hak dan memenuhi kebutuhan setiap anak, terutama yang kurang beruntung dan paling sulit dijangkau. Unicef, yang kala itu dingkatan dari United Nations International Children’s Emergency Fund, dibentuk 11 Desember 1946 untuk membantu anak-anak di Eropa, Tiongkok, dan Timur Tengah yang porak poranda akibat perang. Di Indonesia, Unicef mulai berkiprah pada 1948 dengan program pertama berupa bantuan darutat untuk mencegah kelaparan di Lombok.

Pada 1953, mandatnya meluas yakni memenuhi kebutuhan anak-anak di negara-negara berkembang. Pada saat itu, kata-kata ‘international’ dan ’emergency’ dihapuskan dari nama Unicef. Organisasi ini resmi menjadi ‘United Nations Children’s Emergency Fund.’

Facebook Comments

Comments are closed.