Gelap Eigengrau, bukan Hitam Kelam

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Apa warna yang kau lihat saat menutup mata?” saya coba bertanya pada sekumpulan anak TK.

“Hitam….,” jawab seorang anak.

“Gelap……” jawab anak yang lain.

Jawaban serupa juga saya dapatkan dari sejumlah anak SMA. Tapi, ada juga beberapa yang balik bertanya secara filosofis, “Kalau kita menutup mata, apa warna masih perlu?”

…………..

Pembaca yang budiman, sejatinya apa yang kita lihat saat menutup mata atau saat berada di tempat yang benar-benar gelap adalah bukan 100% hitam pekat. Lebih tepatnya, yang kita lihat adalah warna abu-abu gelap atau kehitaman. Oleh para ilmuwan,  itu biasa disebut ‘eigengrau.’ Kata dari bahasa Jerman ini secara harfiah berarti ‘abu-abu intrinsik’ atau ‘abu-abu sendiri’.

Eigengrau menunjukkan bagaimana sistem visual kita bekerja tidak hanya berdasarkan rangsangan dari luar tetapi juga oleh aktivitas internal dari sistem saraf. Saat tidak ada cahaya yang diterima mata, terjadi aktivitas spontan sel-sel dalam retina. Meski berada dalam kegelapan total, otak masih menerima sinyal dari mata sendiri yang menyebabkan persepsi warna eigengrau.

Retina di mata memiliki sel-sel bernama ganglion yang terus-menerus mengirimkan sinyal ke otak bahkan ketika tidak ada cahaya. Retina mengandung dua jenis sel fotoreseptor utama: rod dan cone. Rod sensitif terhadap cahaya rendah sehingga membantu kita melihat dalam kegelapan. Cone sensitif terhadap cahaya terang dan warna. Dalam kegelapan total, memang tidak ada cahaya yang mencapai retina untuk diolah fotoreseptor. Namun, rod dan cone tetap mengirimkan sedikit sinyal ke otak akibat aktivitas spontan mereka.

Otak menerima sinyal-sinyal ini dan mencoba memprosesnya menjadi sesuatu yang bermakna. Karena yang diterima adalah sinyal spontan dan tidak terorganisir, otak tidak bisa menerima informasi jelas mengenai gambar atau cahaya, tetapi tetap memproses adanya ‘sesuatu.’ Hasil dari pemrosesan ini adalah pengalaman visual warna eigengrau.

Eigengrau adalah fenomena visual normal yang dialami semua orang ketika gelap total atau menutup mata. Namun, ada beberapa kondisi atau pengalaman psikologis yang mungkin membuat seseorang terganggu oleh fenomena ini.

Bagi orang yang punya masalah nyctophobia (ketakutan akan kegelapan), eigengrau bisa memicu perasaan cemas atau ketakutan lebih besar. Ketika cemas dalam kegelapan, persepsi mereka terhadap eigengrau atau bayangan tertentu bisa muncul dan menjadi lebih menakutkan.

Pada beberapa kasus gangguan psikologis, seperti skizofrenia, orang mungkin mengalami halusinasi visual yang bisa diperburuk atau dipicu oleh kegelapan. Meskipun eigengrau bukan penyebabnya, lingkungan gelap bisa memicu atau memperparah pengalaman halusinasi.

Saat mengalami gangguan sleep paralysis, orang mungkin melihat eigengrau. Karena kondisi psikologis sedang tertekan, ia bisa menafsirkannya sebagai sesuatu yang mengancam termasuk berupa bayangan menakutkan. Meski eigengrau hanya latar belakang visual normal, keadaan mental yang tertekan bisa membuat pengalaman ini terasa mengganggu.

Facebook Comments

Comments are closed.