mepnews.id – IAIN Madura menyelenggaraan ekspose hasil penelitian publikasi ilmiah tentang ‘Transliterasi Terjemah Al-Qur’an Berbahasa Madura ke dalam Tulisan Carakan Madura’ di Aula Fakultas Tarbiyah pada 15 Agustus 2024.
Dikabarkan situs resmi iainmadira.ac.id, kegiatan ini bagian dari program penelitian multi-years yang dikoordinasi Dr Moh. Hafid Effendy dan tim Claster Publikasi Ilmiah. Pada tahun pertama, penelitian berfokus pada transliterasi Juz 1 hingga Juz 10 dari terjemahan Al-Qur’an berbahasa Madura ke dalam tulisan Carakan Madura. Ekspose ini menandai langkah awal cita-cita menyelesaikan transliterasi seluruh juz di tahun-tahun mendatang.
Hafid Effendy menjelaskan, transliterasi ini tidak hanya untuk memuliakan Al-Qur’an tetapi juga melestarikan kearifan lokal bahasa Madura, khususnya tulisan Carakan Madura yang semakin jarang ditemukan. “Upaya ini langkah konkret untuk mengangkat kembali nilai-nilai budaya lokal dalam bentuk lebih bermakna dan aplikatif,” ujarnya.
Kegiatan ekspose ini dihadiri berbagai kalangan. Tampak hadir guru-guru SD/MI, mahasiswa, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili Kabid. Kebudayaan, Pengurus Yayasan Pakem Maddhu, Kepala Pusat Penelitian LP2M IAIN Madura, serta Harwiyanto narasumber pembanding dari Kabupaten Sumenep yang pakar Carakan Madura.
Harwiyanto memberikan masukan dan perspektif kritis terhadap hasil penelitian yang dipresentasikan.
Kerja sama antara IAIN Madura dengan Yayasan Pakem Maddhu menghasilkan transliterasi ke dalam tulisan Carakan Madura yang menjadi tonggak penting pelestarian budaya lokal. Kampus dengan jargon ‘Tanèyan Lanjhâng Pengembangan Ilmu Pengetahuan Islam Integratif’ ini mendorong kolaborasi penelitian yang mengintegrasikan ilmu agama dan kearifan lokal.
Ke depan, penelitian berlanjut hingga seluruh juz dari terjemahan al-Qur’an dalam bahasa Madura dapat ditransliterasikan ke dalam tulisan Carakan Madura. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warisan budaya dan keilmuan lokal Madura tetap lestari dan dapat diteruskan ke generasi mendatang dalam bentuk yang lebih aktual dan relevan.


