STAIMAS Wonogiri Tambah Satu Doktor

mepnews.id — Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri bertambah satu doktor yaitu Dr Ali Mahbub SPdI MPd. Pengajar di Prodi PAI STAIMAS Wonogiri itu menyelesaikan Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Pendidikan Agama Islam pada Program Doktor Universitas Nahdlatul’Ulama (UNU) Surakarta.

Pada pemaparannya, Ali menyampaikan Tafsir Al-Ibriz banyak mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang perlu digali dan perlu diteliti walaupun KH Bisri Mustofa belum pernah menulis secara khusus tentang nilai-nilai pendidikan karakter.

KH Bisri Mustofa dilahirkan di Kampung Sawahan Gang Palen, Rembang, pada tahun 1915. Ia  sosok kyai, pemikir dan intelektual yang sangat andal. Ia tokoh politik dan orator ulung pada zamannya.

KH Bisri Muthofa telah menghasilkan banyak karya berupa kitab karanganya sendiri maupun terjemahan. Di antara hasil karyanya adalah kitab tafsir Al-Ibriz. Kitab ini diselesaikan penulisanya pada tahun 1964.

“Kitab itu dicetak pertama kali oleh Penerbit Menara Kudus. Kitab tafsir ini ditulis dengan bahasa Jawa Ngoko. Penyampaiannya lugas, sederhana dan mudah dipahami. Tafsir dimaknai gandul penjelasannya ditaruh dipinggir kitab,” jelas Ali.

Berikut 6 pendidikan karakter menurut KH Bisri Mustofa dalam Tafsir Al-Ibriz;

1. Karakter Nasionalisme

Nasionalisme yaitu perasaan cinta yang sangat mendalam pada tanah kelahiran. Nabi Muhammad saw juga merasa rindu ingin segera kembali bertempat tinggal dan membangun negaranya Mekah setelah beberapa bulan tinggal di Madinah.

“Karakter nasionalisme mempunyai dasar agama yang kuat dan sangat perlu diajarkan kepada generasi generasi penerus bangsa Indonesia, terutama kepada peserta didik di bangku sekolah, agar mempunyai jiwa nasionalisme yang kuat sejak dini,” terangnya.

2. Karakter Toleransi.

Toleransi merupakan sikap menghormati prinsip-prinsip kemajemukan. Ini realitas yang dikehendaki oleh SWT. Perbedaan tidak harus dipertentangkan sehingga harus ditakuti, melainkan harus menjadi titik tolak untuk berkompetisi dalam kebaikan. Allah swt menciptakan manusia secara pluralistik, berbangsa dan bersuku yang bermacam-macam dengan keanekaragaman, perbedaan, bukan untuk berpecah belah atau saling merasa benar, melainkan untuk saling mengenal, bersilaturahim, berkomunikasi, serta saling memberi dan menerima, saling menghormati sesama pemuluk agama, sesama anak bangsa.

3. Karakter Adil

Bersikap Adil merupakan karakter yang sangat penting dalam kehidupan terutama di negara Indonesia yang berdasarkan hukum. Keadilan dalam agama, keadilan dalam masyarakat, menjadi hal penting untuk ditegakkan dalam rangka mewujudkan kehidupan yang tentram penuh rasa keadilan menghindari diskriminasi sosial.

4. Karakter Cinta Ilmu

Cinta Ilmu merupakan penentu kemajuan agama dan bangsa. Agama akan maju apabila umatnya mencintai ilmu. Demikian juga suatu bangsa. Bila masyarakat mengedepankan pentingnya mencari ilmu maka bangsa itu akan melahirkan masyarakat yang cerdas, masyarakat yang terhormat, dan bangsa Indonesia akan mengalami kemajuan dalam segala bidang.

5. Karakter jujur

Kejujuran merupakan nilai yang sangat penting untuk ditanamkam kepada masyarakat bangsa Indonesia. Dengan nilai karakter jujur maka akan terhindar dari sifat khianat, sifat yang tidak amanah, terhindar sifat bohong dan saling menipu.

“Nilai karakter jujur merupakan hal yang perlu ditanamkan kepada para peserta didik. Ini agar generasi masa depan mempunyai karakter jujur yang kuat dan kejujuran dipegang dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari,” imbuh Ali.

6. Karakter Anti Politik Uang

Anti politik uang merupakan karakter yang tidak kalah pentingnya dalam mewujudkan pertumbuhan demokrasi, terutama pada masa tahapan pemilu. Pada tahapan pemilu selalu terjadi politik uang.

“Adanya nilai karakter anti politik uang akan dapat mewujudkan proses demokrasi berjalan dengan jujur, adil, dan pemilu yang bermartabat. Terlebih, ini bisa menghasilkan pemimpin bersih dan bertanggungjawab dan amanah,” lanjut Ali.

Facebook Comments

Comments are closed.