mepnews.id – Dr Hermina Novida dr SpPD K-EMD FINASIM, dokter spesialis Penyakit Dalam Endokrin-Metabolik-Diabetes Universitas Airlangga (Unair), mengingatkan pola makan sehat dan penggunaan insulin bagi penyandang diabetes saat menjalankan ibadah puasa.
“Dosis dan frekuensi penyuntikan insulin harus disesuaikan pada bulan Ramadhan. Sebaiknya, berkonsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan dosis insulin dengan kondisi puasa dan kondisi masing-masing pasien,” jelasnya.
Secara umum, insulin basal yang disuntikkan sehari sekali dosisnya bisa dikurangi menjadi 50 persen hingga 75 persen dosis normal. Untuk insulin prandial yang disuntikkan tiga kali sehari, dikurangi menjadi dua kali sehari yakni saat sahur dan berbuka puasa.
“Dosis insulin prandial sama seperti dosis normal, dan dosis saat sahur dikurangi menjadi 50 hingga 75 persen dosis normal. Lalu, insulin premix juga dikurangi menjadi 50 hingga 75 persen dosis normal,” tambah dr Hermina.
Jaga makan
Penyandang diabetes, kata dr Hermina, harus menghindari pola makan berlebihan saat sahur dan berbuka. Jangan melewatkan makan sahur agar memiliki cadangan energi serta mencegah Hipoglikemia (kondisi kadar gula dalam darah di bawah normal).
“Namun, jangan juga makan sahur berlebihan yang bisa memicu kenaikan gula darah dan berat badan. Olahraga berat, seperti angkat beban atau lari maraton, juga harus dihindari,” tambahnya.
Makanan yang dikonsumsi penyandang diabetes tidak boleh mengandung banyak GGL (gula, garam, dan lemak). Makanan tinggi serat, seperti buah dan sayur, sangat bagus bagi penyandang diabetes.
“Selain buah dan sayur, karbohidrat seperti nasi merah dan nasi jagung yang memiliki indeks glikemik (indikator seberapa cepat makanan karbohidrat mempengaruhi kenaikan kadar gula darah, Red) rendah mampu membuat rasa kenyang lebih lama dan kenaikan kadar gula darah yang rendah,” tuturnya.
Pola makan penyandang diabetes saat bulan puasa haruslah seimbang serta sesuai kebutuhan kalori. Kontrol diri untuk tidak mengonsumsi junk food dan konsumsi makanan tinggi serat dan protein.
Selanjutnya, dr Hermina menganjurkan untuk sahur menjelang imsak dengan makanan sehat tinggi serat dan air seperti buah dan sayur. Kedua, berbuka secara bertahap dan jangan sampai kekenyangan. Ketiga, minum air putih secukupnya dan batasi minuman manis serta bersoda.
“Olahraga tetap diperlukan, minimal 30 menit dalam sehari. Durasi tidur juga harus dijaga 6-8 jam sehari. Serta konsultasi dengan dokter jika memiliki penyakit yang harus minum obat secara teratur,” imbaunya.
Ia berpesan, penyandang diabetes dapat tetap sehat di bulan Ramadhan asal menjalani saran-saran yang dianjurkan, menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan komplikasi, serta berkonsultasi dengan dokter untuk mengenali risiko yang dapat terjadi saat berpuasa.(*)


