Protein Ini Bermanfaat untuk Mengingat

Oleh: Esti  D. Purwitasari

mepnews.id – Bagi yang punya masalah dengan memori, punya masalah dengan mengingat, alias mulai pikun, saya bawa kabar baik. Para ilmuwan berhasil menemukan protein yang bermanfaat mengatasi masalah kehilangan ingatan dan gangguan stres pasca-trauma.

Protein itu dinamai RPT6, dan bisa didapati di seluruh tubuh. Ini salah satu sub-unit dari kompleks proteasom 26S. Proteasom adalah struktur dalam sel yang bertanggung jawab untuk degradasi protein yang rusak atau yang tidak diperlukan. Kompleks proteasom 26S terdiri dari bagian 20S yang memiliki aktivitas proteolitik dan bagian 19S yang berfungsi dalam pengenalan dan penguraian protein target.

Protein RPT6 adalah salah satu subunit dari bagian 19S yang merupakan regulator utama dalam proses pengenalan dan penyisipan protein ke dalam kompleks proteasom 26S untuk degradasi. Fungsi RPT6 termasuk pengaturan aktivitas proteasom, penyisipan substrat, dan pengaturan sinyal yang memicu proses degradasi.

Dalam penelitian paling mutakhir, para dari Virginia Tech di Amerika Serikat menemukan fungsi baru dari protein RPT6. Penemuan ini memberikan pencerahan baru pada misteri tentang pikiran dan memiliki implikasi untuk pengobatan kehilangan ingatan dan gangguan stres pasca-trauma.

Biasanya protein ini bertugas melakukan pemeliharaan yang diperlukan di bagian hipokampus dalam otak, dan bekerja sebagai bagian dari proteasome untuk menghancurkan protein lain. Namun, para peneliti menemukan protein ini berperilaku dengan cara yang sebelumnya tidak terdeteksi.

RPT6 ternyata juga menjalankan fungsi yang sangat berbeda, yakni dapat mengikat DNA dan meningkatkan ekspresi gen atau protein lain selama pembentukan memori. Ini menunjukkan, RPT6 memainkan peran ganda yang unik dalam pembentukan memori di dalam maupun di luar kompleks proteasome.

Penemuan ini membuka jalan baru untuk mengeksplorasi bagaimana RPT6 berfungsi di otak dan bagaimana RPT6 dapat dimanipulasi untuk meningkatkan daya ingat dan meringankan gangguan memori seperti penyakit Alzheimer dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Ekspresi gen sangat penting untuk pembentukan memori. Ini membantu membangun jaringan saraf yang diperlukan untuk membentuk dan memperkuat ingatan. Meski para peneliti belum tahu pasti mengapa RPT6 memiliki fungsi ganda itu atau bagaimana RPT6 membantu mengontrol sel-sel untuk membentuk memori, mereka menduga itu untuk mengatur ekspresi gen.

Penemuan ini membawa para ilmuwan ke suatu tempat baru dalam mengungkap kompleksitas otak dan ke cara kita mempelajari dan menyimpan ingatan. Temuan ini bisa membantu memberikan arah baru dalam memahami bagaimana ekspresi gen dikontrol selama terjadinya proses mengingat. Dalam jangka panjang, ini dapat mengarah pada target terapi potensial untuk mengendalikan dan meningkatkan memori atau mengobati memori maladaptif.

Jadi, yang sudah terlanjur pikun, harap sabar menunggu perkembangan ilmiah lebih lanjut ya…

Facebook Comments

Comments are closed.