Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.com – Seorang mamah muda curhat dengan saya tentang bayi perdananya yang ia rasa kurang berkembang. Di rumah, bayi itu diasuh suster karena ia dan suami sama-sama sibuk kejar setoran demi investasi kehidupan masa datang.
“Susternya bagaimana?” tanya saya.
“Dia orang baik. Kerja rapi. Nggak banyak omong, semua beres.”
“Wah, jangan-jangan ini salah satu penyebabnya,” saya menduga.
…………
Pembaca yang budiman, banyak sekali penelitian dan banyak sekali kearifan lokal yang menegaskan bahwa intensitas interaksi dan komunikasi verbal pengasuh akan membuat otak bayi berkembang lebih cepat. Interaksi verbal dan stimulasi bahasa memiliki peran penting dalam perkembangan bahasa dan kognitif anak.
Maka, orang tua selalu disarankan untuk banyak momong dan ngomong dengan bayinya agar interaksi dan komunikasi itu terjaga. Andai sangat terpaksa si bayi diasuh orang lain, pastikan orang tua punya waktu khusus dan rutin untuk berkomunikasi dengan bayi. Di sisi lain, pastikan pengasuh juga pintar bicara yang baik-baik pada bayi.
Mari kita ambil landasan ilmiah dari penelitian pakar dari University of Texas di Dallas, Amerika Serikat. Penelitian yang diterbitkan di jurnal Developmental Cognitive Neuroscience edisi Juni 2023 ini kembali menekankan bahwa orang tua yang lebih banyak berbicara dengan bayinya bisa lebih meningkatkan perkembangan otak si bayi.
Dengan menggunakan teknologi imaging dan rekaman audio, para peneliti menemukan beberapa bukti paling meyakinkan tentang keterampilan bahasa awal si bayi dengan ucapan pengasuh. Dengan pemindaian otak, terbukti bahwa ucapan-ucapan pengasuh sangat memengaruhi pertumbuhan linguistik anak dalam jangka panjang.
Meghan Swanson, asisten profesor psikologi di School of Behavioral and Brain Sciences, di University of Texas, menegaskan, “Bayi yang mendengar lebih banyak perbendaharaan kata memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik. Penelitian ini menunjukkan hubungan antara ucapan pengasuh dan bagaimana materi putih otak si anak bisa berkembang.”
Materi putih dalam otak memfasilitasi komunikasi antara berbagai wilayah materi abu-abu sebagai tempat pemrosesan informasi berlangsung di otak.
Maka, orang tua perlu sesering mungkin berbicara dengan si bayi. Selain untuk perkembangan kemampuan bahasa, si bayi juga bakal mendapat berbagai manfaat. Ketika orang tua berbicara, suaranya merangsang perkembangan kemampuan bicara. Si bayi belajar meniru suara dan gerakan mulut orang tua. Ini langkah awal untuk mengembangkan kemampuan bicara dan mengucapkan kata-kata.
Seringnya interaksi dan komunikasi verbal juga membentuk ikatan emosional. Berbicara dengan bayi dapat membantu memperkuat ikatan batin antara orang tua dan anak. Bayi merasakan kehadiran orang tua melalui suara dan merasa diperhatikan dan dicintai. Ini membantu bayi merasa aman dan nyaman.
Saat berbicara dengan bayi, orang tua sering menggunakan intonasi bervariasi, menyanyikan lagu-lagu, atau menceritakan cerita pendek. Ini membantu merangsang perkembangan kognitif bayi, antara lain pemahaman tentang ritme, melodi, dan struktur bahasa.
Jadi, sesibuk apa pun, tetap sempatkan ngobrol dengan bayi Anda. Investasi masa depan bukan cuma berupa uang atau harta, tapi juga kecerdasan dan kemandirian anak-anak Anda. Banyaknya interaksi verbal dengan bayi berarti investasi lebih kuat untuk perkembanganya di masa dewasa.


