Detoks Mental saat Berpuasa

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Banyak sekali manfaat berpuasa bagi kesehatan mental. Penelitian di Iran atas hasil-hasil penelitian tentang puasa, mahasiswa, dan mental, menunjukkan proporsi sangat besar manfaat puasa bagi kesejahteraan mental. Puasa dapat menjadi salah satu cara paling efektif untuk detoksifikasi mental. Ini karena puasa membantu membersihkan tubuh dan pikiran dari kebiasaan buruk, stres, dan pengaruh lingkungan negatif.

Bagaimana proses detoksifikasi mental itu? Saat berpuasa, kita mengaktifkan proses autophagy. Ini proses penting saat otak ‘membuang sampah’ yang menumpuk di siang hari. Proses ini melibatkan pembersihan sel-sel tua dan rusak, mendorong regenerasi sel yang lebih baru dan lebih sehat, serta menata carut-marut syaraf saat malam hari. Jika gagal melakukan autophagy, orang cenderung berisiko kena Alzheimer, depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, dan gangguan neuropsikiatri lainnya.

Membatasi jam makan juga bisa meningkatkan daya ingat. Dalam suatu studi, sejumlah anak dan remaja usia 9 – 15 tahun ikut dalam penelitian puasa. Setelah 4 minggu puasa, ada peningkatan signifikan dalam kinerja tugas perencanaan tata ruang dan memori kerja mereka serta dalam tes kapasitas memori kerja. Penelitian lain pada hewan menemukan bahwa puasa intermiten bisa meningkatkan pembelajaran dan memori.

Puasa juga bisa mengurangi peradangan. Sebanyak 21 laki-laki dan 29 perempuan relawan sehat yang berpuasa Ramadhan direkrut untuk penelitian sirkulasi sitokin proinflamasi (interleukin [IL]-1β, IL-6, dan tumor necrosis factor α), sel imun (total leukosit, monosit, granulosit, dan limfosit), dan antropometri dan penilaian diet. Hasilnya, semua mengalami penurunan. Padahal, peradangan kronis bisa menyebabkan gangguan otak, termasuk depresi, gangguan bipolar, gangguan obsesif kompulsif (OCD), skizofrenia, penyakit Alzheimer, dan banyak lagi.

Puasa bisa meningkatkan sensitivitas insulin yang lebih besar sehingga membantu Anda mencegah tingginya kadar gula darah dan mencegah diabetes tipe 2. Padahal, Kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan mengecilnya hippocampus (struktur berbentuk kuda laut di lobus temporal otak yang terkait dengan suasana hati, pembelajaran, dan memori).

Puasa membantu membakar lebih banyak lemak. Kelebihan lemak tentu bukanlah hal yang baik. Banyak penelitian menunjukkan, obesitas bisa merusak kesehatan otak sehingga meningktkan risiko depresi, gangguan bipolar, gangguan panik, agorafobia (takut keluar), dan kecanduan.

Saat membatasi makanan dan minuman pada waktu tertentu, kita sebenarnya dapat mengurangi gangguan berfikir dan bisa mendapatkan kejernihan pikiran. Ini dapat membantu kita lebih fokus pada tujuan dan dan bisa mengatasi gangguan mental.

Saat berpuasa, kita bisa menumbuhkan kesadaran diri, tubuh dan pikiran. Hal ini dapat membantu pengenalan dan identifikasi kebiasaan dan pola pikir negatif. Dengan menyadari diri, kita dapat memulai perubahan yang lebih positif dalam hidup.

 

Facebook Comments

Comments are closed.