Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – “Bayiku koq sepertinya kidal, sih? Bagaimana nanti kalau sudah besar? Malu kan kalau makan pakai tangan kiri?” begitu curhat seorang teman dekat.
“Ngapain cemas? Kenali dulu level kekidalannya. Setelah itu, baru ambil tindakan khusus,” aku mencoba menenangkan dia.
………
Pembaca yang budiman, banyak budaya dan agama yang mengarahkan manusia untuk tidak kidal. Ada yang beranggapan kanan itu tangan baik dan kiri itu tangan jelek. Dari situ, saya bisa memahami kecemasan teman saya.
Tapi, mari kita lebih dulu telusuri kekidalan itu. Sekitar 10-15 % total manusia terbiasa menggunakan tangan kiri. Karena beda dengan mayoritas, orang kidal bisa menghadapi sejumlah kesulitan tapi juga keistimewaan. Banyak barang buatan manusia dirancang untuk tangan kanan sehingga orang kidal kadang mengalami kesulitan. Tapi, dalam olahraga, gerakan petinju atau pebulutangkis kidal susah diikuti lawan yang bertangan kanan.
Penyebab kekidalan masih belum bisa dipastikan karena cukup rumit. Ada yang menyebut itu disebabkan hal biologis terutama genetik. Ada juga teori yang menyebut kekidalan dipengaruhi oleh usia ibu saat hamil. Semakin tua, kerumitan kehamilan makin mungkin terjadi dan kerumitan ini mempengaruhi kekidalan anak. Ada juga penelitian yang menunjukkan biang kekidalan bukan di otak tapi di syaraf tulang belakang.
Ketika masih bayi, anak biasa menggunakan kedua tangan untuk berinteraksi. Pada masa ini, justru orang tua lebih mengajari anak menggunakan tangan daripada si anak berinisiatif menggunakan tangannya sendiri. Kondisi kekidalan baru bisa dilihat ketika usianya sudah sekitar tiga tahun.
Bagaimana caranya? Pelajari tanda-tanda yang dapat menandakan tangan mana yang dominan.
- Amati peralihan tangannya
Saat masih kecil, anak masih sering menggunakan kedua tangan karena satu tangan lelah. Ketika usianya 4 tahun kekidalan mulai terlihat saat ia mulai sering beralih ke tangan kiri.
Misalnya, jika tidak cukup sabar, anak mungkin mengambil dan menggunakan krayon dengan tangan yang terdekat. Perhatikan, jika anak menunjukkan kesulitan untuk secara spontan untuk menjangkau. Jika ia tampak lebih nyaman menjangkau dengan tangan kiri, besar kemunginan ia kidal.
- Uji pilihannya.
Jika tangan anak Anda tidak dominan, bisa menggunakan tangan kiri atau kanan bersamaan, maka Anda bisa menguji pilihannya. Letakkan berbagai benda tepat di depannya, lalu catat tangan mana yang dia gunakan untuk meraihnya.
Jika penghitungan Anda mengungkapkan dia menggunakan satu satu tangan sekitar 70 persen sepanjang waktu, Anda dapat berasumsi bahwa itu adalah tangan pilihannya. Jika penghitungan Anda menunjukkan dia 50/50, jangan khawatir. Terus beri dia banyak latihan menggunakan otot tangan kecilnya dan coba lagi hitung dalam sebulan ke depan.


