SIG Terima Apresiasi ASEAN Corporate Governance Scorecard, Begini Faktanya

Mepnews.ID, Gresik – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendapat apresiasi untuk kategori Domestic Significantly Improved PLCs, karena paktik tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

Penghargaan tersebut, diberikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan lembaga pemeringkat tata kelola, pada acara Apresiasi Hasil Penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) Tahun 2021 di Main Hall BEI, Jakarta.

Penghargaan itu diberikan setelah BEI dan PT RSM Indonesia Konsultan, yang ditunjuk sebagai Domestic Ranking Body mewakili Indonesia, melakukan penilaian ACGS periode tahun 2021.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, apresiasi ini membuktikan konsistensi SIG dalam penerapan praktik tata kelola yang baik dan komitmen keterbukaan informasinya.

Sebagai perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terdepan, SIG berkomitmen untuk menerapkan praktik terbaik GCG disetiap tahapan kegiatan operasi untuk mencapai kinerja yang berkelanjutan, memberikan manfaat serta meningkatkan iklim yang kondusif bagi perkembangan investasi.

“SIG secara konsisten melakukan pengukuran kualitas GCG melalui penilaian dan evaluasi tingkat pemenuhan kriteria GCG, dengan mengacu pada Peraturan Kementerian BUMN, ACGS , Peraturan OJK dan peraturan terkait lainnya,” ujar Vita Mahreyni.

Menurutnya, praktik GCG oleh SIG bagian penting untuk mewujudkan pertumbuhan usaha yang optimal dan berkelanjutan, serta meningkatkan kontribusi Perusahaan dalam perekonomian nasional.

ACGS diperkenalkan pada tahun 2011, untuk meningkatkan standar dan praktik GCG dari perusahaan publik di ASEAN, dan untuk memberikan visibilitas internasional yang lebih besar kepada perusahaan ASEAN yang dikelola dengan baik.

Di Indonesia, penilaian dilakukan PT RSM Indonesia Konsultan sebagai DRB, dan Angela Indirawati Simatupang selaku CG Expert yang ditunjuk BEI. 100 perusahaan tercatat yang dinilai di Indonesia sudah mewakili 81,86 persen dari total kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia per 31 Mei 2021 dan 13 persen dari jumlah perusahaan tercatat di Indonesia. (san)

Facebook Comments

Comments are closed.