Pelindo Dorong UMKM Naik Kelas Jadi Eksportir

mepnews.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang hingga menjadi eksportir. Salah satu upayanya, digelar Achievement Motivation Training yang dimulai 30 Agustus 2022 di Surabaya.

Juju Juarsih membuka pelatihan sembari memaparkan dukungan yang bisa diberikan Pelindo pada UMKM.

“Karena bisnis Pelindo terkait dengan bidang pelabuhan, shipping line, dan sejenisnya, maka target yang kami tetapkan adalah para UMKM binaan bisa ekspor,” kata Juju Juarsih, Kepala Divisi Pelayanan SDM dan Umum, Pelindo Regional III, di sela pembukaan training.

Training itu sendiri diikuti 29 pelaku UMKM dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan sekitarnya. Dalam kegiatan ini, Pelindo bekerjasama dengan Aster Mice untuk melakukan pelatihan berjenjang.

Juju menjelaskan, Pelindo lewat kegiatan Gedor Ekspor sudah berhasil mendorong 11 UMKM untuk menjual produk ke luar negeri. Produk itu antara lain craft, tas kulit, batik, makanan ringan dan lain-lain. Ia berharap, 318 UMKM binaan di Jatim juga bisa naik kelas agar kelak bisa ekspor juga.

Afin Murtie, dari Aster Mice, mengatakan pelatihan berjenjang ini akan berlangsung tiga bulan. Tahap pertama, yakni pelatihan motivasi, digelar sehari di Quest Hotel pada 30 Agustus. Lalu, pada pertengahan September, diadakan pertemuan dengan pengelola toko oleh-oleh di Batu sehingga para pelaku UKKM binaan bisa tahu secara langsung standar yang biasa dipakai konsumen.

Coffee break agar training lancar dan menyenangkan.

“Berikutnya, ada pelatihan pembukuan, foto produk, digital marketing, memanfaatkan marketplace milik BUMN, dan lain-lain,” imbuh pengusaha asal Sidoarjo itu. “Dengan berbagai pelatihan ini, para peserta diharapkan bisa naik kelas.”

Dalam pelatihan motivasi di hari pertama, nara sumbernya Ronie Ade Hartanto dari Bara Coaching Indonesia. Pelatihannya lebih ditekankan pada penataan mindset pelaku UMKM.

“Pertama, saya ingin jelaskan apa itu UMKM dan bagaimana posisinya di jagad bisnis. Kemudian, saya paparkan kondisi bisnis di era Revolusi Industri 4.0. Apakah kita sudah siap memanfaatkannya. Lalu, ada role play antara lain melibatkan model bisnis kanvas,” kata Ronie.

Pelatihan ini mendapat sambutan antusias dari peserta. Husnul Habibah, pelaku UMKM hasil laut, mengaku, “Saya ingin menambah pengetahuan. Ke depan, saya ingin membuka peluang agar produk Mirza kami bisa dijual ke luar Jawa.” (tom)

Facebook Comments

Comments are closed.