terapi

Terapi Sensory Garden untuk Berdayakan Lansia

mepnews.id – Empat mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) menciptakan terapi rekreasional berbasis sensory garden untuk memberdayakan lansia di Kelurahan Wonorejo, Surabaya. Inovasi itu mendapat pendanaan dari Kemdibukristek melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat (PM) tahun 2023. Shafira Tri Adisti, selaku ketua tim, mengatakan terapi sensory garden mampu mengintervensi lansia untuk merangsang indera

Read More

ODD, saat Anak Maunya Ngelawan Terus

Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – “Mbak, anak tetanggaku nakal banget,” seorang teman memulai curhat. “Nakalnya bagaimana? Positif atau negatif?” “Mudah kesal. Sedikit-sedikit, tersinggung. Sering marah-marah. Sering bohong. Suka bikin masalah. Kalau diberi tugas, cepat frustrasi. Cepat murung atau marah tanpa alasan pasti. Diperintah orangtuanya, bahkan yang sangat sederhana, ia tidak pernah menurut. Perilakunya suka

Read More

Percayalah, Tertawa Memang Obat yang Luar Biasa

Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – “Tertawalah selalu selagi Anda bisa. Itu obat yang sangat murah,” kata Lord George Gordon Byron, penyair romantik Inggris yang lahir di London 22 Januari 1788. Mengapa tertawa bisa seperti obat yang mengurangi rasa menderita? Ya, karena tertawa memiliki banyak manfaat psikologis dan emosional yang pada akhirnya berpengaruh pula pada fisik dan

Read More

Jangan Terlalu Cemas Jika Anak Masih Malu-malu

Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – “Duh, bagaimana ya Bund? Anakku ini sangat pemalu. Tidak pernah mau dikenalkan ke orang lain. Maunya nempel terus di mamanya. Disuruh tampil, malah nangis.” Begitu keluhan seorang mama dari kompleks perumahan tempat saya tinggal. Keluhan ini juga sering muncul dari mama-mama lain yang merasa anaknya pemalu. Para pembaca yang

Read More

Therapeutic Listening; Mendengarkan untuk Menyembuhkan Orang Lain

Oleh: Teguh W. Utomo mepnews.id – Ini terjadi saat Anda mendengarkan orang berbicara untuk mengurangi masalah dia. Bisa berbentuk sekadar mendengar curhatan seseorang. Bisa juga untuk urusan medis. Para praktisi medis, konselor dan pakar profesional lainnya sering menggunakan jenis mendengar ini untuk memecahkan masalah klien. Anda juga dapat menggunakan therapeutic listening untuk mendengarkan teman mengekspresikan

Read More