Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id -Pernah lihat orang-orang tertentu yang tampak tetap memancarkan kebahagiaan dan kepositifan saat tertimpa hal yang sangat tidak mengenakkan dalam hidup mereka?
Pembaca yang budiman, kemungkinan besar rahasia mereka adalah bersyukur. Saya rasa Anda percaya dengan pernyataan itu. Jika kurang percaya, mari saya ajak Anda menyelam jauh ke dalam psikologi rasa syukur untuk mengubah cara hidup Anda.
- Dekat dengan Tuhan
Ketika merasa bersyukur, itu berarti mengakui dan menghargai segala berkat dan kebaikan yang diberikan Tuhan dalam hidup. Ketika menyadari segala berkat ini, kita bisa merasa terhubung dengan Tuhan dan merasa berterima kasih atas kasih sayang dan kemurahan-Nya. Saat mempraktikkan ini, kita jadi merasa sangat dekat dengan Tuhan hingga mengalami kehadiran-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Segala masalah serasa biasa saja jika kita sudah dekat dengan Yang Mahakuasa.
- Kualitas tidur jadi lebih baik
Pernah Anda berbaring siap untuk tidur malam yang nyenyak tapi pikiran tak berhenti berdengung? Mungkin itu karena bersyukurnya masih kurang. Padahal, dengan mencatat beberapa hal yang Anda syukuri sebelum tidur, Anda dapat meningkatkan kualitas tidur. Ini membantu menenangkan pikiran yang berdengung, menggantikan kekhawatiran dan pikiran negatif dengan getaran positif.
- Meningkatkan fokus
Pernah Anda merasa bingung dan susah berkonsentrasi pada tugas? Percayalah, Anda tidak sendiri. Padahal, saat Anda fokus pada hal-hal yang Anda syukuri, Anda sebenarnya sedang melatih otak untuk tetap fokus pada hal positif. Ini seperti memberi otak Anda latihan olahraga. Seiring waktu, ini membantu meningkatkan fokus dan rentang perhatian secara keseluruhan, bahkan saat Anda tidak secara sadar mempraktikkan rasa syukur.
- Meningkatkan kepercayaan diri
Dunia ini penuh dengan perbandingan dan persaingan tanpa akhir. Rasanya, sulit sekali mempertahankan tingkat harga diri yang sehat. Tetapi ketika Anda bisa mengakui nilai Anda sendiri dengan bersyukur atas pencapaian, bakat, dan bahkan kegagalan Anda, maka sesuatu yang hebat sedang terjadi! Anda mulai bisa melihat diri Anda dalam cahaya lebih positif. Anda mengenali kekuatan Anda. Kemudian Anda percaya diri. Anda menghargai nilai Anda sendiri tanpa harus menjadi sombong. Saat merasa lebih nyaman dengan diri sendiri, Anda akan menemukan bahwa rasa syukur tidak hanya meningkatkan harga diri Anda tapi juga memancar keluar memengaruhi orang-orang di sekitar Anda dengan cara yang paling positif.
- Ikatan sosial lebih kuat
Kita ini makhluk sosial, berkembang dalam keterhubungan, pada perasaan dipahami dan dihargai. Nah, di sinilah rasa bersyukur masuk. Saat mempraktikkan rasa syukur, Anda tidak hanya menumbuhkan kepositifan dalam diri sendiri tapi juga memancarkannya ke luar, menunjukkan penghargaan kepada orang-orang di sekitar Anda. Ucapan terima kasih yang tulus atau pengakuan yang sederhana bisa sangat membantu memperkuat ikatan dengan orang-orang sekitar, membangun kepercayaan, mendorong rasa saling menghormati, dan memupuk rasa kebersamaan.
- Motivasi untuk perawatan diri
Perawatan diri yang saya maksud di sini lebih dari sekadar mandi, skincare dan masker wajah. Ini lebih tentang menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional. Di tengah hiruk pikuk kehidupan, saat Anda bersyukur atas kesehatan dan kesejahteraan Anda, kemungkinan besar Anda akan mengambil langkah-langkah untuk mempertahankannya. Menghargai kondisi tubuh dan pikiran dapat memotivasi Anda untuk menerapkan kebiasaan yang lebih sehat. Mulai dari olahraga teratur dan makan seimbang hingga spiritualitas.
- Peningkatan kesehatan fisik
Rasa syukur dapat meningkatkan kesehatan fisik. Saat Anda mempraktikkan rasa syukur, hal itu sering kali mengarah pada perubahan perilaku yang positif. Misalnya, bersyukur atas kesehatan akan mendorong Anda makan lebih baik, olahraga lebih teratur, atau meninggalkan kebiasaan tak sehat. Seiring waktu, perubahan-perubahan ini mengarah ke perkembangan luar biasa pada mental dan fisik Anda.
Jadi, yuk banyak-banyak bersyukur.


