mepnews.id – Sambal merupakan bagian tidak terpisahkan dari kuliner Indonesia. Berbagai macam sambal sering tersaji di meja makan masyarakat. Mulai dari sambal sederhana berbahan cabai dan garam, hingga sambal dengan racikan bermacam bahan.
Dengan keberagaman rempah dan bumbu yang ada di Indonesia, banyak sekali kreasi sambal dikembangkan masyarakat. Tidak heran jika hampir setiap daerah di Indonesia memiliki sambal khas masing-masing. Sambal kedaerahan ini cocok dipadankan dengan berbagai hidangan.
Para mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, yang KKN di Bojong 1 Panjatan Kulonprogo pada Maret 2023, juga menerapkan local wisdom sambal itu. Mereka membuat pelatihan pembuatan sambal bagi para ibu rumah tangga di dusun. Jadilah aneka sambal dengan cita rasa dahsyat.
Aldafa Rafian Akbar, Ketua KKN Bojong 1, menjelaskan sambal mengandung banyak manfaat. Bisa membantu menytabilkan kadar gula darah, meningkatkan fungsi kognitif, mencegah anemia, mengatasi hidung tersumbat, meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menghambat kanker.
“Cabai, sebagai bahan dasar sambal, kaya asam folat untuk menunjang produksi sel darah merah sehingga risiko anemia menjadi makin rendah. Bahkan, asam folat pada cabai juga dikatakan mampu menurunkan risiko terjadinya cacat lahir” ungkapnya, sebagaimana di situs resmi uny.ac.id.
Almira Nur Maryam, peserta KKN, mengatakan pembuatan sambal cumi dan sambal hijau padang ini didasarkan kondisi lapangan. Banyak warga Wojowalur yang bercocok tanam cabai dan bawang merah. Maka, digerakkanlah pembuatan cabai khas.
“Sebagai alternatif pengolahan dan pemanfaatan potensi lokal, kami pilih sambal cumi. Itu karena sambalnya jadi mengandung protein dan dapat sebagai lauk nasi,” kata mahasiswa program studi D4 Tata Boga Fakultas Teknik UNY tersebut.
Menurut Almira cumi mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan yaitu protein, kalsium, magnesium, sodium, vitamin A, B6, B12, C dan E serta kandungan kalorinya juga rendah.
Untuk sambal KKN ini, bahan dasar yang dibutuhkan adalah bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan cabai keriting. Agar awet, bahan-bahan bawang merah, bawang putih dan cabai direbus terlebih dahulu. Semua bahan diblender agar halus. Begitu juga cuminya. Kemudian, bahan diberi bumbu garam, penyedap, gula lalu ditumis hingga matang. Sambal dikemas dalam botol dan wadah yang menarik sehingga layak untuk dijual sebagai tambahan penghasilan.
Para ibu warga setempat sangat antusias dengan pelatihan ini. Mereka berharap ke depan akan ada lagi pelatihan serupa. (Dedy)


