Bukan Cuma Dapat Pahala, Ini Juga Manfaat Berbuat Baik

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Mengapa banyak orang menasihati kita untuk berbuat baik? Karena berbuat baik itu memang terbukti banyak manfaatnya. Oke lah, saya tidak akan bercerita seperti para rohaniwan atau agamawan soal pahala dan surga sebagai imbalan atas perbuatan baik. Saya akan bercerita sebagaimana kapasitas saya.

Saya ingin tekankan, kebaikan memiliki manfaat kesehatan. Lebih khusus, berbuat baik itu membuat mental kita makin sehat. Saat kita berbuat baik, maka itu membuat kita merasa lebih enak, merasa lebih senang, dan merasa lebih kesejahteraan secara mental.

Apa buktinya?

Ada penelitian oleh para peneliti di Hongkong dan di Inggris yang menunjukkan hubungan antara berbuat baik dengan tingkat kesejahteraan mental. Ketika kita berbaik hati maka kita memiliki tingkat hormon stres yang lebih rendah dan respons ‘lawan-atau-lari’ menjadi lebih tenang. Saat melihat orang lain mengucapkan terima kasih atau membalas tersenyum, otak kita segera melepaskan oksitosin yakni hormon pengikat rasa nyaman. Hormon ini biasanya dapat meningkatkan kepercayaan kita dan mengurangi rasa takut dan kecemasan.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa memberi secara langsung sesuatu kepada seseorang atau lembaga atau yang lainnya bisa semakin membuka rasa kesejahteraan emosional pada diri kita.

Mengajak teman makan bersama bisa memberi peluang membuka hubungan sosial yang sangat bermanfaat. Orang yang terintegrasi secara sosial dan memiliki ikatan sosial kuat akan merasa hidup lebih bahagia. Memberikan dukungan kepada orang lain bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri.

Masalahnya, kebaikan itu tidak selalu merupakan refleks otomatis. Sebagian dari kita sangat mudah berbuat baik, sebagian lainnya tidak cukup termotivasi untuk berbuat baik, atau ogah berbuat baik karena alasan tertentu. Orang yang lahir dengan ciri kepribadian empatik biasanya lebih mudah berbuat baik daripada orang yang berkepribadian kurang empatik.

Umumnya, kita belajar kebaikan dari orang tua, dari keluarga, dari teman-teman, atau dari komunitas. Bisa juga kita mencontoh kebaikan dari orang-orang tertentu. Tapi, pada dasarnya kita juga bisa belajar sendiri untuk menjadi baik. Nah, yang terakhir ini adalah keterampilan yang bisa kita perkuat terus-menerus seperti kita berolahraga untuk membangun otot.

Jadi, jangan enggan atau bosan untuk berbuat baik.

Facebook Comments

Comments are closed.