Daun Telinga Silikon Sebagai Solusi Microtia

mepnews.id – Melalui karya tulis berjudul Silicone Rubber/ZnO Nanopartucle Auricular Protesis untuk Solusi Kasus Microtia, tim mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2022 kategori PKM-Riset Eksakta (PKM-RE).

Roshina Mufidah, ketua tim PKM FST Unair mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian itu. “Kami juga bersyukur atas pencapaian yang kami peroleh. Kami berkomitmen menjalankan penelitian dengan sungguh-sungguh agar bermanfaat bagi pribadi dan orang banyak,” ujar Roshina.

Penelitian ini dikerjakan Roshina, Salwa Almas Shalihah, Aurora Qoria Kenrasuna, Shafira Tasya Wijanarko, serta Sayyidul Istighfar Ittaqillah. Bahasannya tentang Auricular Prosthesis atau daun telinga buatan sebagai solusi dari kasus microtia.

“Microtia merupakan malformasi yang terjadi pada daun telinga,” jelas mahasiswa angkatan tahun 2018 tersebut.

Hal yang melatar belakangi penelitian itu adalah banyaknya kasus microtia pada usia 3 hingga 5 dari setiap 10.000 kelahiran manusia.

“Microtia ini biasanya terjadi dengan atresia aural; pasien mengalami gangguan pendengaran konduktif total pada sisi telinga yang terkena. Pasien akan tuli secara fungsional,” ungkap Roshina.

Selain gangguan fisiologis dan anatomis, Microtia juga berdampak pada kesehatan psikologis pasien.

“Malformasi auricular dapat menyebabkan morbiditas psikososial yang relevan, dan secara langsung dapat mempengaruhi kesejahteraan mental, sosial, dan psikologis,” lanjutnya.

Penelitian di bawah bimbingan Dr Prihartini Widiyanti drg, MKes, SBio, CC itu meneliti potensi  Auricular prosthesis dari silicone rubber dengan pemberian bahan tambahan ZnO nanoparticle.

“Auricular prosthesis merupakan daun telinga buatan yang dibuat untuk menggantikan daun telinga yang hilang akibat kecelakaan, atau karena penyakit bawaan,” jelas Roshina.

ZnO nanoparticle yang ditambahkan ini berperan sebagai bahan reinforcement untuk meningkatkan sifat mekanik silicone rubber.

“ZnO nanoparticle memiliki rasio luas permukaan terhadap volumenya yang besar, sehingga dapat menghambat pertumbuhan berbagai mikroorganisme,” jelas Roshina.

Keunggulan dari penambahan ZnO nanoparticle adalah dapat memperbaiki sifat mekanik, sifat anti bakteri, dan swelling behavior pada silicone rubber. (*)

Facebook Comments

Comments are closed.