Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Saat istirahat makan siang, saya sodorkan sebungkus kacang sangrai pada Rinda.
Refleks, ia langsung menolak. “Ogah! Nanti jerawatan.”
“Eh, itu mitos. Jerawat itu karena penumpukan sel kulit mati, produksi minyak berlebih, pertumbuhan bakteri tertentu, karena hormon atau karena stres.”
“Iya, kah?”
“Kacang tanah justru kaya protein, serat, vitamin E, selenium, serta lemak baik yang bermanfaat bagi kesehatan sel kulit.”
Mata dan mulut Rinda melebar.
“Bahkan, kacang baik untuk otak. Makan ini, biar kau gak gampang lupa.”
…………..
Pembaca yang budiman, saya memberikan nasihat itu pada Rinda sesaat setelah membaca artikel ilmiah terbaru mengenai manfaat konsumsi kacang tanah bagi kesehatan otak, khususnya pada orang lanjut usia. Penelitian para ilmuwan dari Maastricht University Medical Center di Belanda menemukan, bahwa mengonsumsi kacang tanah setiap hari dapat meningkatkan respons otak terhadap insulin pada sejumlah bagian yang berhubungan dengan fungsi memori.
Benar, insulin memang hormon yang mengatur kadar gula darah. Namun, jangan lupa, insulin juga memiliki peran penting dalam otak. Insulin membantu sel-sel saraf untuk tumbuh, bertahan hidup, dan berkomunikasi satu sama lain. Proses ini mendukung kemampuan kita untuk mengingat, belajar, dan menjalankan berbagai fungsi kognitif.
Masalahnya, seiring bertambahnya usia, respons otak terhadap insulin mengalami penurunan. Kondisi ini dikaitkan dengan penurunan kemampuan kognitif dan proses biologis yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer.
Lucia Kerkhof, Ronald P. Mensink, Jogchum Plat, Kevin M. R. Nijssen, dan Peter J. Joris melakukan penelitian terhadap 31 orang sehat berusia 60–75 tahun. Para peserta penelitian selama 16 minggu setiap hari diminta makan 60 gram kacang tanah panggang tanpa garam dan masih berkulit ari. Lalu, peneliti membandingkan kondisi peserta ketika mengonsumsi kacang tanah dan ketika tidak mengonsumsinya.
Dengan menggunakan teknologi pencitraan otak ASL-MRI (Arterial Spin Labeling Magnetic Resonance Imaging), peneliti menemukan peningkatan respons insulin pada beberapa wilayah otak bagian kanan. Wilayah ini meliputi hipokampus, girus lingual, girus parahipokampus, dan girus singulata posterior. Bagian-bagian otak ini memiliki keterlibatan penting dalam proses memori.
Temuan baru di Belanda kali ini memperkuat hasil penelitian yang dipublikasikan pada 2025. Penelitian terdahulu menunjukkan, konsumsi kacang tanah 16 minggu bisa meningkatkan aliran darah ke otak sebesar 3,6 persen dan meningkatkan kemampuan memori verbal sebesar 5,8 persen.
Apa rahasianya?
Manfaat itu berasal dari kombinasi berbagai nutrisi dalam kacang tanah, antara lain lemak tak jenuh, serat, vitamin, mineral, dan fitokimia. Kacang tanah juga mengandung L-arginin yakni asam amino yang membantu pembentukan oksida nitrat. Senyawa ini berperan dalam mendukung fungsi pembuluh darah dan berpotensi membantu proses belajar dan mengingat.
Bagus, kan?
Tapi, masih ada catatan kecil. Para peneliti mengingatkan, temuan terakhir ini belum membuktikan kacang tanah dapat mencegah Alzheimer atau demensia. Selain itu, jumlah peserta penelitian relatif kecil sehingga diperlukan penelitian lanjutan.
Meski demikian, penelitian ini secara keseluruhan bisa memberikan perspektif baru bahwa makanan sederhana seperti kacang tanah berpotensi mendukung kesehatan otak terutama dalam proses penuaan. Menjaga kesehatan otak tidak selalu harus dimulai dari makanan mahal atau suplemen khusus, tetapi dapat pula melalui kebiasaan konsumsi makanan bergizi secara konsisten.
Berapa banyak konsumsinya?
Angka konsumsi 60 gram per hari hanyalah dosis yang digunakan dalam penelitian. Itu bukan rekomendasi universal bagi semua orang. Kita masih perlu mempertimbangkan kebutuhan energi, alergi kacang, dan kondisi kesehatan masing-masing.



POST A COMMENT.