mepnews.id – Tim riset Keanekaragaman Hayati Sumatera (KHS) dari Departemen Biologi, Universitas Negeri Padang (UNP), melakukan pemulihan lingkungan dengan menyebarkan seed balls atau bola benih di kawasan terdampak bencana hidrometeorologi di Padang Panjang dan Singgalang, 8 Januari 2026.
dikabarkan situs resmi unp.ac.id, ini respons atas kerusakan hutan dan berkurangnya daerah resapan air akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat akhir 2025. Kondisi tersebut menyebabkan tanah di kawasan perbukitan menjadi rentan terhadap erosi dan longsor.
Seed balls merupakan teknik penanaman dengan cara membungkus benih tanaman kehutanan dalam campuran tanah liat, kompos, dan nutrisi alami. Metode ini memungkinkan benih bisa bertahan pada kondisi lingkungan yang kurang mendukung hingga musim hujan tiba, sehingga meningkatkan peluang tumbuhnya vegetasi baru.
Penanaman kembali vegetasi di daerah rawan longsor menjadi langkah penting untuk pemulihan ekosistem. Akar tanaman berperan mengikat tanah dan memperkuat struktur lereng, sehingga dapat mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Sejumlah mahasiswa dalam Kelompok Riset KHS terlibat menyebarkan bola benih di titik-titik lahan gundul yang sulit dijangkau. Penyebaran seed balls diharapkan dapat memicu regenerasi hutan secara alami dan berkelanjutan.
Tim Riset KHS menyatakan, penyebaran seed balls akan diperluas ke wilayah lain di Sumatera Barat yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Selain sebagai bagian dari kegiatan riset dan pengabdian, inovasi seed balls juga untuk dimanfaatkan civitas akademika UNP guna mendorong partisipasi aktif dalam upaya reboisasi dan pelestarian lingkungan.


