mepnews.id – Keluarga Besar Yayasan Karya Emas Center (YKEC) bersama dosen dan tenaga kependidikan (tendik) STAIMAS Wonogiri mengikuti agenda Halalbihalal, Kamis 10 April 2025, di Aula STAIMAS Wonogiri.
Agenda yang bertemakan Kembali Fitri, Menjalin Ukhuwah, Menggapai Keberkahan itu dihadiri Pembina YKEC Hj Endang Maria Astuti SAg SH MH, Ketua YKEC Anfasa Izza Perdana SH MH, Ketua Senat STAIMAS Wonogiri Drs Rasyidi Masyhur MSi, Ketua STAIMAS Wonogiri Atik Nurfatmawati SE MIKom.
Atik menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan tendik yang sudah berupaya melakukan tugas-tugas selama ini. Dia menyampaikan permohonan maaf jika selama ini banyak salah dan khilaf. Ia mengajak seluruh keluarga besar STAIMAS membawa kemajuan STAIMAS
Fasa berharap dosen dan tendik terus memiliki semangat tinggi dan bersinergi untuk melaksanakan program-program kerja yang telah disusun. “Melaksanakan kegiatan silaturahmi dan saling memaafkan penting untuk dilakukan, guna memperbaiki hubungan sesama rekan kerja. Tentu selama satu tahun bersama tidak menutup kemungkinan ada salah dan khilaf. Selanjutnya bagaimana berupaya melakukan Tri Darma Perguruan Tinggi dan memberikan layanan pendidikan yang terbaik,” imbuh Fasa.
Rasyidi mengemukakan, umat Islam yang melaksanakan puasa sebulan penuh merayakan Hari Raya Idul Fitri. Dia menyebutkan Lebaran merupakan momen yang penting untuk saling memaafkan, mulai semangat baru. Ke depan akan banyak hal-hal yang dihadapi.
Menurtu Rasyidi, ada 4 hal yang perlu diperhatikan terkait puasa dan Idul Fitri;
1. Puasa merupakan panggilan bagi orang-orang beriman untuk meraih derajat takwa yang disebutkan di dalam Q.S. Al Baqoroh: 183. “Pada poin ini yaitu terkait ketakwaan pribadi setiap muslim.”
2. Ketakwaan sosial yaitu bagaimana setiap individu yang telah melaksanakan puasa dapat menjadi insan-insan yang sholih secara sosial.
3. Puasa telah melatih disiplin dan harapannya setelah usai Ramadan hal itu bisa dijaga.
4. Menumbuhkan silaturahmi pada masa Lebaran perlu dirawat agar dapat berimbas pada pelaksanaan tugas dan kewajiban sehingga mengandung nilai ibadah. “Semua itu juga dalam rangka menjadikan perguruan tinggi semakin bagus.”
Dosen Prodi KPI, Muhammad Umar Khadafi MSos, dalam tausiahnya mengingatkan pentingnya sungguh-sungguh melaksanakan kegiatan pendidikan dengan memberikan teladan. Khadafi mengemukakan pentingnya seseorang melaksanakan apa yang sudah dikatakan.
Dia mengutip Q.S.Ash Shaff ayat 2-3 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”
“Untuk itu, kita seyogianya harus melaksanakan apa yang sudah kita katakan,” ujar Khadafi.


