mepnews.id – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) berkolaborasi mengadakan coaching clinic yang dihadiri pelatih atau karateka dari Italia dan Ukraina, pada Jumat, 31 Januari 2025.
Dikabarkan www.unesa.ac.id, kegiatan di GOR Futsal Unesa, Kampus II Lidah Wetan, itu dihadiri sekitar 250 atlet karate dari berbagai dojo. Coaching clinic ini berfokus pada kumite.
Luigi Busa dari Italia dan Stanislav Horuna dari Ukraina merupakan atlet kumite berpengalaman di kejuaraan Eropa hingga dunia. Mereka membagikan ilmu dan pengalaman meliputi metode latihan fisik, teknik, taktik, hingga aktivitas gerak yang bervariasi.
Afifan Yulfadinata, penanggung jawab kegiatan, mengatakan kegiatan ini bertujuan membekali karateka Jawa Timur dengan wawasan dan pengalaman dari pelatih yang sudah malang-melintang di kejuaraan bergengsi tingkat dunia.
“Harapannya, atlet-atlet karate di Jawa Timur bisa lebih berkembang dan berprestasi. Ini lebih ke penguatan mental, teknik, dan strategi sebagai atlet karate yang berjiwa kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ucapnya.
Teknik-teknik yang dimiliki Busa dan Horuna luar biasa dan penting dikuasai karateka tanah air. Dengan bekal coaching clinic ini, atlet karate Jatim diharapkan lebih berkembang dan meningkat prestasinya.
Kemampuan olahraga, termasuk karate, tidak cukup untuk disimpan atau dihafal di luar kepala, tetapi juga harus dilatih, terus dilatih, sehingga menjadi muscle memory atau membentuk refleksi fisik yang harmoni sesuai teknik. (Dava Yessy Marshela)


