Angkat Tentang Kekerasan Seksual, Zaky Berhasil Lulus Program Magister

Berbekal ikhtiar dan tekad yang kuat, cita-cita akan bisa dicapai. Achmad Zaky Faiz atau akrab dipanggil Zaky membuktikan hal tersebut. Ia berhasil menuntaskan kuliah program magister di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Program Studi Komunikasi dan penyiaran Islam (KPI) dengan predikat cumlaade, pada 14 Januari 2023 lalu pada sidang Tesis.

Usai rangkaian acara wisuda pada 20 Juni 2023, Zaky berbagi pengalaman terkait lika-liku perjalanan akademis di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mulai perkuliahan di masa COVID-19 hingga perasaan dia dalam perjuangan menyelesaikan tesis.

“Perkuliahan di masa COVID-19 memang terasa berbeda dengan kondisi biasanya. Perkuliahan di kampus pun dibatasi dan kurang bisa focus ketika melalui media” ungkap Zaky seusai moment wisuda.

Pria kelahiran Rembang itupun mengungkapkan perjalanan menyelesaikan tesis yang penuh lika-liku. “Saya merasakan perkuliahan terasa sangat cepat dan tiba-tiba waktunya untuk mengerjakan tesis.” Tambahnya.

Proses yang Zaky lalui tidaklah gampang. Sebagai mahasiswa, ia mengalami berbagai rintangan dan kesulitan dalam menyelesaikan tesis untuk syarat menyelesaikan studinya. Dia pun mulai memikirkan tema yang akan di ambil di tesisnya. Ia mencoba mencari topik yang viral belakangan ini. Alhasil Zaky menemukan topik yang bagus untuk dibahas yakni tentang Kekerasan Seksual. “Melihat fenomena yang ada dengan maraknya kasus kekerasan seksual akhir-akhir ini, saya pun tertarik untuk mengambil topik tersebut dalam tesis saya” ujarnya.

Kasus kekerasan seksual menjadi perbincangan hangat di Masyarakat. Pasalnya, kasus tersebut tidak hanya terjadi pada pergaulan di luar saja, akan tetapi di dunia Pendidikan pun terkonfirmasi adanya kasus tersebut.

Bahkan kasus tersebut juga ditemukan pada Lembaga Pendidikan pondok pesantren. Menilik adanya kondisi tersebut, Zaky mengambil tesis dengan judul “Pengaruh Terpaan Media Sosial dan Persepsi tentang Kekerasan Seksual terhadap Tingkat Kecemasan pada Santri Pondok Pesantren al-Muhsin Depok Sleman Yogyakarta.”

“Judul yang diambil tersebut ingin melihat bagaimana kondisi psikologi para santri di Pondok Pesantren al-Muhsin Depok Sleman Yogyakarta saat melihat fenomena tersebut.” Ucapnya

Zaky menambahi bahwa meski tidak terjadi kasus kekerasan di Pondok Pesantren tersebut, namun ia bertanya-tanya bagaimana respon santri dalam melihat fenomena tersebut. “Meskipun di Pondok Pesantren tersebut tidak adanya kasus kekerasan seksual, akan tetapi bagaimana santri dalam menyikapi fenomena tersebut” tambahnya.

Meskipun banyak lika-liku, Zaky ingin membuktikan bahwasannya ia bisa menyelesaikan penelitian tersebut. Khususnya pada keluarga yang ingin segera menghadiri wisuda ke Yogyakarta.

Facebook Comments

Comments are closed.