UIN STS Jambi Juga Mau Dirikan Fakultas Kedokteran

mepnews.id – Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, Prof As’ad MPd, memimpin rapat dengan para petinggi, pada kamis 15 Agustus 2024, dengan bidikan mendirikan Fakultas Kedokteran pada tahun 2025.

Situs resmi uinjambi.ac.id mengabarkan, pertemuan penting ini juga dihadiri para wakil rektor, kepala biro, pada dekan, para kepala bagian, kepala UPT, serta ketua tim kerja. Pertemuan membahas berbagai hal penting terkait pengembangan UIN STS Jambi.

Dalam rapat, Prof. As’ad menekankan pentingnya mempercepat proses perizinan Fakultas Kedokteran. Dia mengingatkan, izin harus segera diperoleh tahun ini. “Banyak persyaratan yang harus dipenuhi, dan kita harus bekerja keras mencapainya,” ujar Prof As’ad mengingatkan.

Ia lalu meminta Ketua Tim Percepatan Fakultas Kedokteran fokus pada pemenuhan persyaratan izin. Ia menginstruksikan tim lain fokus pada peningkatan akreditasi.

Rektor mengingatkan, setiap langkah yang diambil harus selalu mempertimbangkan kepentingan kampus secara keseluruhan. “Penting untuk berpikir kolektif demi kepentingan UIN STS Jambi. Saya ingin tahun depan kita sudah dapat menerima mahasiswa kedokteran,” tambahnya.

Selain itu, Prof As’ad juga mengingatkan para dekan untuk memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu, tidak lebih dari 10 semester. “Kita pelayan mahasiswa. Pelayanan prima harus diterapkan. Pendidikan itu untuk menumbuhkan, bukan menyalahkan,” tegasnya.

Dalam upaya meningkatkan fasilitas dan layanan, UIN STS Jambi berencana bekerja sama dengan Brimob untuk membangun lapangan tembak di lingkungan kampus. Selain itu, kampus fokus pada peningkatan akreditasi dan peringkat yang diraih. “Akreditasi target utama, tetapi kita juga harus meningkatkan peringkat,” kata Prof. As’ad.

Rektor juga menegaskan komitmen UIN STS Jambi dalam mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs). “Saya ingin program yang sudah berjalan tetap dijaga dengan baik. Saya berharap, UIN STS Jambi dapat menjadi kampus ramah difabel,” ungkapnya

Pada 2024/2025, sekitar 200 mahasiswa baru memasuki ma’had. Semua pihak diminta bekerja dengan cepat dan tepat. “Kita harus bergerak cepat, selalu tepat sasaran dalam setiap langkah,” tutup Prof As’ad.

Facebook Comments

Comments are closed.