The Power of Nonton Event Olahraga

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Gooolll…” teriak orang-orang di warkop yang televisi besarnya menayangkan pertandingan antara timnas U-23 Indonesia lawan tumnas U-23 Australia. Teriakan serempak di warkop itu, juga di cafe, rumah-rumah, atau bahkan di mobil, di berbagai penjuru Indonesia, tentu untuk gol yang dibuat Komang Teguh ke gawang Australia.

Kondisi sesaat menjelang gol ke gawang Australia.

 

Pembaca yang budiman, power of nonton peristiwa olahraga itu memang bisa memberi pengaruh sangat besar bagi kondisi psikologis kita. Bukan rahasia lagi, banyak orang merasa event olahraga telah lama menjadi sumber kesenangan dan relaksasi. Menonton aktivitas olahraga, terutama jika hadir langsung di gelanggang bersama banyak orang, bisa memberi hiburan, menumbuhkan rasa kebersamaan dan rasa memiliki di antara penonton. Rasa keterhubungan ini tidak hanya membuat individu merasa nyaman tetapi juga bisa memberikan manfaat berupa peningkatan kesejahteraan dan kesehatan jiwa.

Ada begitu banyak dampak aktivtas olahraga bagi individu maupun masyarakat. Olahraga populer tertentu, misalnya sepakbola, bisa menggelontorkan kekuatan ekonomi. Kelompok-kelompok suporter tertentu bisa berkembang seperti keluarga meski berasal dari mbah buyut yang berbeda.

Meski ada banyak kajian ilmaih, penelitian mengenai hubungan antara menonton olahraga dengan kesehatan hanya memberikan bukti yang relatif terbatas. Maka, tim peneliti yang dipimpin Associate Professor Shintaro Sato dari Fakultas Ilmu Olah Raga, Universitas Waseda, Jepang, memulai penelitian yang inovatif.

Prof Sato, bersama Asisten Profesor Keita Kinoshita dari Universitas Teknologi Nanyang dan Dr Kento Nakagawa dari Fakultas Ilmu Manusia di Universitas Waseda, menggunakan pendekatan multi-metode untuk mengukur dampak menonton event olahraga terhadap kesehatan dan kesejahteraan pada masyarakat umum. Mereka menggabungkan analisis data sekunder, laporan mandiri, dan pengukuran neuroimaging untuk memahami hubungan antara menonton olahraga dan kesejahteraan.

Pendekatan yang multi-metode ini digunakan untuk menghadapi tantangan ilmiah signifikan dalam penelitian rasa kesejahteraan. Biasanya, tantangan itu berupa sifat subjektif dari prosedur pengukuran yang kemudian berpotensi mengarah pada bias. Oleh karena itu, penelitian mereka berfokus pada pengukuran kesejahteraan yang subjektif dan objektif. Hasil penelitian mereka dipublikasikan secara online pada 22 Maret 2024 di Sports Management Review.

Dalam studi pertama, para peneliti menganalisis data berskala besar yang tersedia untuk umum mengenai pengaruh menonton olahraga terhadap 20.000 penduduk Jepang. Hasil penelitian ini mengkonfirmasi pola peningkatan kesejahteraan yang dilaporkan terkait dengan menonton olahraga secara teratur. Namun, penelitian ini dibatasi oleh ketidakmampuan untuk memberikan wawasan lebih mendalam mengenai hubungan antara konsumsi olahraga dengan rasa kesejahteraan.

Studi kedua, para peneliti melakukan survei online untuk menyelidiki apakah hubungan antara menonton peristiwa olahraga dan rasa kesejahteraan bervariasi tergantung pada jenis olahraga yang diamati. Dengan melibatkan 208 peserta, survei ini memaparkan berbagai video olahraga, lalu menilai kesejahteraan para responden sebelum dan sesudah menonton. Temuan ini menggarisbawahi bahwa olahraga tim yang populer memberikan dampak lebih signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan, dibandingkan dengan olahraga yang kurang populer.

Nah, aspek paling inovatif dari penelitian ini muncul pada penelitian ketiga. Di sini, tim menggunakan teknik neuroimaging untuk mengamati perubahan aktivitas otak responden setelah menonton peristiwa olahraga. Dengan menggunakan prosedur pengukuran neuroimaging MRI multimodal, aktivitas otak 14 responden berbadan sehat dianalisis saat mereka menonton klip video olahraga. Hasil penyelidikan mengungkapkan, menonton olahraga bisa memicu aktivasi sirkuit rasa penghargaan di dalam otak yang menunjukkan perasaan bahagia atau senang.

Selain itu, ada temuan penting muncul penelitian ketiga. Dalam analisis gambar struktural, penelitian mengungkapkan bahwa individu yang melaporkan menonton olahraga lebih sering menunjukkan volume materi abu-abu yang lebih besar di wilayah yang terkait dengan sirkuit penghargaan. Ini menunjukkan, menonton event olahraga secara teratur dapat secara bertahap menyebabkan perubahan pada struktur otak.

Pengukuran kesejahteraan subyektif maupun obyektif ternyata dipengaruhi secara positif oleh keterlibatan dalam menonton event olahraga. Maka, dengan menginduksi perubahan struktural dalam sistem penghargaan di otak dari waktu ke waktu, hal ini menumbuhkan manfaat jangka panjang bagi individu.

Tak pelak, Prof Sato memberi nasihat, bagi mereka yang ingin meningkatkan rasa kesejahteraan mental secara keseluruhan. ingin menjaga kesehatan, maka rutinlah menonton event olahraga, terutama olahraga populer. Ini bisa menjadi semacam obat yang manjur.

Bagi kalangan akademis, studi ini memiliki implikasi mendalam dan kontribusi teoritis terhadap literatur manajemen olahraga. Umumnya, literatur yang ada terutama lebih berfokus pada penggemar olahraga. Sementara, penelitian ini telah mempertimbangkan populasi umum yang lebih besar terlepas dari hubungannya dengan tingkat konsumsi olahraga. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap praktik manajemen olahraga dan pengambilan kebijakan untuk kesehatan masyarakat.

Facebook Comments

Comments are closed.