Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Witing tresna jalaran saka kulina. Tumbuhnya benih-benih cinta karena terbiasa bersama di tempat kerja. Ini banyak kita temukan di sekitar. Bahkan, Anda sendiri mungkin pernah merasakannya.
Kata orang, jatuh cinta itu sejuta rasanya. Kata orang yang pernah cinlok (cinta di lokasi kerja), rasanya lebih dari sejuta. Ada yang merasakan kebahagiaan dan euforia karena bisa ketemu si dia setiap saat. Ada yang merasa bersemangat dan terinspirasi karena kehadiran si dia. Tapi, ada juga yang merasa cemas, tegang, stres, bersalah, hingga merasakan ketidak-pastian.
Pembaca yang budiman, aslinya rasa cinta adalah hal yang wajar. Hal yang bisa tumbuh pada siapa saja, kapan saja, di mana saja, dalam kondisi bagaimana saja, dengan pemicu apa saja. Tapi, jika berkaitan dengan pihak lain, kondisi wajar itu bisa bercampur dengan ‘bumbu-bumbu’ tertentu sehingga rasanya jadi bermacam-macam.
Di tempat kerja, para rekan kerja ditata sedemikian rupa sehingga membentuk hubungan fungsional dalam struktur. Mereka menghabiskan banyak waktu bersama, saling membantu saat menghadapi masa-masa tekanan target, mendapat pengalaman baru, dan menikmati kesuksesan yang membahagiakan.
Dengan seringnya berhubungan atas landasan keakraban, kepercayaan, dan kesamaan, tentu ada kemungkinan muncul cinlok. Saya tidak punya data valid tentang cinlok di Indonesia. Tapi, data di Amerika Serikat menunjukkan, lebih dari 60% pekerja dewasa mengalami romansa di tempat kerja, dan dari angka itu 43% mengarah ke pernikahan dari 40% juga melibatkan perselingkuhan.
Cinlok itu wajar dan tidak ada masalah jika pelaku tidak melanggar aturan agama, aturan pemerintah, aturan perusahaan, aturan tata krama, dan lain-lain. Cinlok bakal bermasalah jika ada pelanggaran. Ini bisa memunculkan gunjingan, cibiran, dampratan, hingga gugatan hukum.
Jadi, apa yang Anda lakukan jika Anda merasa menemukan cinta di tempat kerja?
Kalau semuanya oke-oke saja, kalau tidak ada potensi pelanggaran aturan, ya akui dan ungkapkan saja hubungan itu pada teman-teman di kantor. Orang-orang akan bereaksi lebih baik terhadap kisah cinta di tempat kerja Anda ketika mereka mendengar sendiri berita dari Anda sendiri. Jangan biarkan orang lain mengetahuinya melalui rumor atau gosip atau desas-desus yang bisa memicu gunjingan tidak baik. Begitu Anda siap, bersikaplah proaktif dalam mengungkapkan berita itu. Paling bagus jika setelah itu Anda membagikan undangan resepsi pernikahan.


