Air Mata Wanita Bisa Kurangi Perilaku Agresif Pria

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Apa manfaat air mata? Ini pertanyaan sederhana yang anak SD saja tahu. Jawaban paling gampangnya, untuk membantu kita menangis.

Tentu saja, membantu proses menangis menjadi salah satu fungsi air mata. Tapi, masih banyak manfaat lainnya. Misalnya, untuk melumasi mata, membersihkan mata dari benda asing, mengeluarkan enzim lysozyme untuk memberantas bibit penyakit. Air mata juga berfungsi sebagai respons emosional terhadap kebahagiaan, kesedihan, stres, atau lainnya. Juga menjadi sinyal sosial untuk membantu mengkomunikasikan perasaan atau kebutuhan seseorang kepada orang lain.

Pembaca yang budiman, terkait sinyal sosial itu, para peneliti menemukan satu manfaat tambahan dari air mata. Ternyata, air mata wanita mengandung bahan kimia yang bisa menghalangi agresi pria. Saat pria mengendus air mata maka aktivitas otak yang terkait agresi menjadi berkurangnya.

Dalam sejumlah penelitian, perilaku agresi tikus jantan jadi terhambat ketika mereka mencium bau air mata tikus betina. Ini sinyal kemo sosial yang umum terjadi pada hewan.

Tapi, apakah ini juga berlaku para manusia?

Eksperimen dilakukan terhadap sekelompok pria yang bermain game berpasangan satu-satu. Oleh peneliti, permainan dirancang untuk menimbulkan perilaku agresif satu pemain terhadap pemain lain. Misalnya, games dibuat seola-olah satu pemain mencurangi pemain lainnya sehingga kehilangan uang. Jika diberi kesempatan, pihak yang dicurangi dan kehilangan uang bisa saja membalas dendam kepada pemain lain dengan perilaku agresif.

Saat kecurangan terjadi, peneliti menyemprotkan cairan air mata wanita. Semprotan ini tipis saja sehingga tidak terlalu disadari para lelaki tersebut. Cairannya juga tidak berbau sehingga tidak diketahui apakah itu air mata atau larutan garam.

Hasilnya, perilaku agresif untuk balas dendam kecurangan selama pertandingan turun lebih dari 40% setelah para pria mengendus air mata emosional wanita.

Untuk bisa menjelaskan hal itu, para peneliti lalu mengulangi percobaan dan peserta penelitian langsung diperiksa di dalam pemindai MRI. Pencitraan fungsional menunjukkan, ada dua wilayah otak –yakni korteks prefrontal dan insula anterior– yang menjadi lebih aktif ketika para pria diprovokasi kecurangan pertandingan. Namun, dua wilayah otak itu tidak lagi menjadi aktif dalam situasi yang sama ketika mereka mengendus air mata wanita.

Penelitian ini menemukan hubungan antara air mata, aktivitas otak, dan terkendalinya perilaku agresif. Bukan hanya pada tikus, air mata manusia (wanita) juga mengandung sinyal kimia yang menghalangi agresi pria.

Jadi, bisa paham kan mengapa air mata bisa menjadi salah satu senjata wanita untuk menetralisir pria?

Facebook Comments

Comments are closed.