Panel Surya untuk Jalan di Jembatan

mepnews.id – Pesatnya pembangunan infrastruktur turut menyumbang emisi karbon dan menjadi pemicu perubahan iklim. Tiga mahasiswa Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), menginovasikan jalan berlapis panel surya pada jembatan untuk mengurangi emisi karbon.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Royce Giovano Sutikno, Adi Drajad Budiman, dan Nathaniel Nico Prawira yang tergabung dalam tim The Civil Conqueror.

The Civil Conqueror ITS berjas almamater biru. Dari kiri; Nathaniel Nico Prawira, Adi Drajad Budiman, dan Royce Giovano Sutikno.

Royce, ketua tim, menjelaskan inovasi ini berangkat dari isu perubahan iklim yang menjadi topik global. “Minimnya penggunaan energi baru terbarukan (EBT) pada pembangunan infrastruktur menjadi titik awal tercetusnya inovasi ini.”

Dengan rata-rata penyinaran sepanjang tahun selama 2.000 – 3.000 jam, Indonesia memiliki potensi sumber tenaga listrik yang lebih ramah lingkungan. Pengimplementasian solar road pada jembatan juga lebih efektif dibanding di jalan raya yang terkadang terhalang pepohonan atau gedung-gedung tinggi.

Oleh karena itu, Royce dan tim mendesain jembatan inovatif dengan rangka atas dan samping yang minimal. Desain jembatan 756,5 meter buatan tim ITS ini dapat menghasilkan energi listrik 13.843,95 kilowatt per jam.

“Simulasi produksi listrik ini terhitung dapat memenuhi kebutuhan listrik 144 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Situbondo,” kata Royce.

Tak hanya efisien menyediakan EBT, jembatan Royce dan tim juga memiliki ketahanan dua kali lebih kuat dibanding aspal. Bahan dasarnya tempered glass tiga lapisan utama; lapisan permukaan jalan, lapisan elektronik, dan lapisan pelat dasar. Solar road itu memiliki jangka penggunaan hingga 20 tahun.

Ditinjau dari efektivitas emisi karbon yang dihasilkan, solar panel yang diterapkan pada jembatan tersebut hanya menghasilkan 678.353,5 gram. Hal itu 20 kali lebih rendah dibanding emisi dari pembakaran batubara dan 12 kali lebih rendah daripada emisi penggunaan gas alam.

Atas inovasi tersebut, tim bimbingan dosen Dr Ahmad Basshofi Habieb ST MSc ini berhasil menyabet gelar Juara 1 pada National Paper Competition Civil Engineering Festival yang diselenggarakan Politeknik Negeri Jakarta pada 24 Agustus 2023.

“Semoga tim kami semakin solid dan dapat memenangkan berbagai kompetisi lagi ke depan,” pungkas mahasiswa angkatan 2022 ini. (HUMAS ITS)

Facebook Comments

Comments are closed.