mepnews.id – Semain banyak komputer dan laptop digunakan untuk berbagai kebutuhan manusia. Namun, tidak semua manusia bisa mengukur seberapa sehat mereka menggunakan piranti itu. Padahal, jika jarak dengan layar kurang pas atau intensi cahaya berlebihan, bisa terjadi astenopia (kelelahan mata).

Riky Tri Yunardi, dosen FV Unair
Ir Riky Tri Yunardi ST MT, dosen Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (Unair) mencoba memberikan solusi. Ia merancang invensi Alat Peringatan Kondisi Aman Penggunaan Komputer Jinjing. Alat ini diperlukan saat mengatur aktivitas di depan layar komputer jinjing.
“Gejala mata terasa pegal biasanya muncul setelah beberapa jam bekerja. Gejala ini berdampak pada tubuh, seperti mata terasa pegal, otot mata menjadi letih, mata menjadi tidak nyaman atau sakit dan menyebabkan gangguan kesehatan lainnya,” ungkapnya.
Alat yang dibuatnya mampu mengukur jarak antara mata dengan layar, intensitas cahaya dari komputer, dan menghitung waktu untuk meminimalisir kelelahan pada mata.
“Penelitian menghasilkan invensi sistem peringatan kondisi aman penggunaan komputer jinjing. Buzzer segera berbunyi bila pengguna terlalu dekat dengan layar atau intensitas cahaya yang diterima sudah di luar nilai yang ditentukan,” tambahnya.
Invensi ini awalnya dari tugas akhir Nadheta Maulida Sari mahasiswa Program Studi Otomasi Sistem Instrumentasi. Dari itu, Riky melihat peluang untuk dikembangkan lebih lanjut.
Alat itu terdiri dari mikrokontroler ATMega328, pengolah data dan pembangkit waktu, sensor pengukur jarak HC-SR04, sensor pengukur intensitas cahaya BH1750, buzzer sebagai alarm peringatan bunyi, modul OLED display sebagai perangkat tampilan status waktu, jarak, dan intensitas cahaya yang dicirikan dengan bentuk perangkat yang bersifat dapat dipindahkan.
Produk ini memberi manfaat bagi pengguna komputer jinjing karena praktis dan efisien. Dengan cara kerja sederhana, perangkat ini dapat digunakan di mana saja dan dapat dipindahkan. Dapat diletakkan di belakang layar.
“Inovasi ini diharapkan dapat disempurnakan desain maupun aplikasinya. Desainnya dapat disederhanakan jadi lebih kecil sehingga lebih praktis dalam penempatannya pada perangkat komputer jinjing,” kata Riky.
Ia berharap, perangkat ini dapat digunakan masif. Tidak hanya untuk kebutuhan personal, melainkan dalam lingkungan kerja. Banyaknya karyawan perkantoran yang menggunakan laptop dalam kesehariannya, membuat alat ini penting. (*)


