mepnews.id – Universitas Andalas (Unand) menyalurkan bantuan tanggap bencana kepada warga terdampak banjir di Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Rabu 26 November 2025.
Dikabarkan situs resmi unand.ac.id, penyaluran bantuan ini wujud kepedulian Unand terhadap masyarakat yang menghadapi kondisi darurat. Bantuan diserahkan Rektor Efa Yonnedi PhD, didampingi Sekretaris Universitas, Direktur Pascasarjana, dan Ketua LPPM, kepada Camat Pauh.
Dalam kesempatan itu, Camat Pauh menjelaskan kondisi psikologis warga, terutama yang kehilangan rumah akibat banjir. Seorang warga yang rumahnya hanyut kini dalam keadaan linglung dan histeris ketika teringat kejadian.
“Kami berharap ada bantuan konseling bagi warga. Beberapa di antara mereka mengalami tekanan emosional cukup berat,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Rektor Unand menegaskan komitmen universitas memberikan dukungan menyeluruh. Tidak hanya bantuan logistik tetapi juga pemulihan psikososial. Tenaga ahli, termasuk konselor, dikerahkan untuk membantu warga mengatasi trauma hingga kondisi mereka benar-benar membaik.
“Unand berkomitmen memberi dukungan. Kami siap mengerahkan mahasiswa sebagai relawan, tenaga ahli, termasuk konselor dan tim terkait, untuk membantu warga di pengungsian,” tegasnya.
Camat Pauh mengapresiasi bantuan dari berbagai pihak, termasuk Unand. “Alhamdulillah sudah banyak bantuan masuk. Kami berharap dapat memenuhi prasarana dasar,” katanya.
Bantuan ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih berada di pengungsian.
Bantuan yang disalurkan Unand mencakup berbagai kebutuhan pokok, antara lain 20 helai selimut, 20 dus air mineral, 23 dus mie instan, 10 karung beras, 1 dus popok dewasa, 1 dus popok bayi, 10 lapik telur, 100 batang sabun mandi, 1 dus sabun cuci piring, serta 5 dus minyak goreng. Bantuan tersebut bagi warga yang mengungsi di SMP 44 Batu Busuak, yang menampung 107 KK atau 327 jiwa.
Banjir yang melanda Batu Busuak menyebabkan kerusakan signifikan. Setidaknya, 2 rumah hanyut, 5 rumah rusak parah, 1 mushalla terendam, dan total 140 rumah terdampak banjir. Korban terdampak total 341 jiwa. Kondisi ini menuntut respons cepat dari sisi logistik maupun pendampingan emosional bagi warga.


