mepnews.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggandeng Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Malang menggerakkan literasi dari balik jeruji besi. Lembaga Kebudayaan (LK) UMM menggelar peluncuran dan bedah buku antalogi cerpen ‘Liku Luka Di Aksara Besi Bisu’ pada 3 September 2025. Buku ini karya 38 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) LPP Malang.
Dikabarkan situs resmi umm.ac.id, Hadir sebagai pembedah Dr Tengsoe Tjahjono MPd dosen bahasa dan sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya dan Dr Purwati Anggraini SS MHum dosen sastra FKIP UMM, serta sejumlah akademisi, mahasiswa, dan sastrawan.
Tengsoe mengapresiasi para penulis yang menghasilkan masterpiece dari keterbatasan ruang dan waktu. Setelah menyoroti prolog yang diekseskusi menggunakan diksi sastra indah, ia membahas beragam cerita dari berbagai kisah perjalanan para warga binaan di balik jeruji. Lebih dari sekadar fiksi, ia menemukan aspek emosional kemanusiaan, psikologi, dan sosiologis dalam buku ini.
Lebih lanjut, Tengsoe mendukung dan mendorong para penulis untuk terus menulis dan terus berkarya ke arah yang positif. “Jadilah penulis, terbitkan cerpen sebanyak-banyaknya. Setelah lulus dari Lapas, Anda bisa menemukan banyak kawan, membangun suasana kehidupan yang positif, dan kembali diakui di tengah masyarakat.”
Purwati mengaku sangat terkesan dan emosional setelah membaca buku ini. Menurutnya, antologi ini bukan hanya refleksi diri bagi penulis maupun pembaca, tetapi juga menjadi bukti bahwa perempuan di dalam penjara tetap mampu menulis sebagai cara mengobati luka, menggugat diri, dan menyalakan kembali harapan yang sempat redup.
Lebih jauh, ia menilai buku ini penting dijadikan bahan kajian akademik untuk riset maupun program pengabdian mahasiswa dan dosen, dengan perspektif beragam disiplin ilmu seperti psikologi, sosiologi, bahasa dan sastra, hingga ilmu komunikasi.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, Yunengsih BcIP SSos MH, menyampaikan terimakasih dan harapan tulus terhadap kontribusi UMM dalam kolaborasi aktif yang sudah berjalan. Ia berharap, sinergi baik ini terus terjalin dan senantiasa berlanjut, sehingga lahir buku-buku hebat lain ke depan. Berkat pembinaan Kampus Putih, warga binaan LPP Kelas IIA Malang dapat menghasilkan beberapa karya literasi.
Kepala Pusat Studi Kebudayaan UMM, Dr Daroe Iswatiningsih MSi, mengatakan, “Saya berharap, buku ini tidak hanya menjadi dokumen bagi para penulis, tetapi juga sebagai media informasi luas kepada masyakat umum. Selamat kepada 38 penulis yang telah sukses menerbitkan 416 halaman dalam satu buku yang penuh makna.”


