Dosen STAIMAS Ikuti Sarasehan Ekonom Islam Indonesia

mepnews.id – Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri mengikuti Sarasehan Ekonom Islam Indonesia, 15 Mei 2025, di Hotel Sahid Jakarta. Ketiganya adalah Ketua STAIMAS Wonogiri Atik Nurfatmawati, Kaprodi Ekonomi Syariah Makhda Intan Sanusi dan dosen Prodi Ekonomi Syariah Mutia Azizah Nuriana.

Agenda sarasehan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) itu dibuka Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Sri Mulyani, yang juga Ketua Umum IAEI 2020 s/d 2025, dalam sambutannya mengungkapkan sinergi tidak hanya menciptakan konsep keadilan tetapi juga didasari nilai-nilai Islam. Nilai-nilai seperti amanah, fathonah dan sidik, itu menjadi sumber inspirasi tidak terputus dalam mambangun sistem ekonomi inklusif.

“IAEI memiliki peran penting dalam mewujudkan sistem ekonomi yang membawa keberkahan bagi semua. IAEI diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan infrastruktur bangsa. Islam tidak hanya mengatur aspek ketuhanan, tetapi juga nilai-nilai ekonomi yang harus diterapkan untuk kemaslahatan umat,” terang Sri Mulyani.

Airlangga menyampaikan kontribusi sektor Ekonomi Syariah terhadap produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 46,71 persen di tahun 2024. Sektor makanan dan minuman halal menjadi penyumbang terbesar.

Airlangga juga menyampaikan peran strategis pemerintah dalam mendorong sertifikasi halal gratis untuk UMKM supaya upaya membuka akses pembiayaan Syariah.

Atik berharap STAIMAS bisa berkontribusi membumikan ekonomi Islam dan IAEI menjadi jembatan untuk bersinergi dengan pusat.

Makhda Intan Sanusi, yang juga ketua Komisariat IAEI STAIMA Wonogiri, menyampaikan kegiatan ini menjadi momen strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.

“Kami melihat peran IAEI sangat krusial dalam menjembatani antara akademisi, regulator, dan pelaku usaha, untuk bersama-sama mewujudkan sistem ekonomi yang adil, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam,” ungkapnya.

Ia menambahkan pentingnya penguatan kurikulum, riset, dan kolaborasi antara kampus dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan industri halal.

“STAIMAS berkomitmen mencetak lulusan yang tak hanya paham teori tetapi juga siap terlibat aktif dalam pembangunan ekonomi syariah di tingkat lokal maupun nasional,” imbuh Makhda.

Facebook Comments

Comments are closed.