Polije Audit SNI Produk Sarden di Tefa Canning

mepnews.id – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengusung konsep Teaching Factory (Tefa) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa. Tefa Canning, yang memproduksi sarden kaleng dengan merek SIPS, adalah salah satu yang menonjol.

Untuk memastikan kualitas produk sesuai standar nasional, dilakukan audit Standar Nasional Indonesia (SNI) pada 6 Mei 2025 di Tefa Canning. Audit ini bagian dari rangkaian menuju sertifikasi Badan POM, mulai dari PMR tahap satu hingga tahap tiga.

“Saat ini berlangsung audit SNI di Tefa Canning. Sebelumnya kami menyelesaikan audit SKP 2024 dan HACCP 2024. Semua audit ini dilaksanakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, khususnya UPT PMP2KP Banyuwangi,” ujar Mohammad Mardiyanto, STP MP, manager Tefa Canning, lewat situs resmi polije.ac.id.

Dalam proses audit, tim memeriksa berbagai sampel, mulai dari ikan utuh, ikan potong tanpa kepala, perut, dan ekor, ikan tanpa sisik, hingga produk akhir berupa ikan kaleng.

“Harapan kami tentu mendapatkan hasil audit optimal. Meski ada beberapa kendala non-teknis, secara teknis kami sudah siap. Semua bahan baku, stok, kemitraan, proses, dan SDM sudah tersertifikasi dan terstandar,” tambah Mardiyanto.

Nurul Khaqiqi SPi, dari UPT PMP2KP Banyuwangi, memberikan apresiasi. “Kami melaksanakan sertifikasi SNI produk sarden dalam kemasan kaleng dengan brand SIP produksi Tefa Canning Polije. Kami mengapresiasi komitmen Tefa Canning untuk meng-SNI-kan produk sarden ini sesuai Permen KP Nomor 32 Tahun 2023 tentang ketetapan wajib SNI bagi produk tuna, sarden, dan makarel dalam kemasan kaleng. Semoga Polije dapat menjaga komitmennya dalam memproduksi sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.”

Audit SNI ini tidak hanya memastikan mutu, tetapi juga meningkatkan daya saing produk-produk Tefa Canning di pasar nasional, sekaligus menjadi wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa Polije dalam mengelola usaha berbasis industri sesuai standar yang berlaku. (hnf)

Facebook Comments

Comments are closed.