mepnews.id – Dosen Prodi Hukum Tata Negara (HTN) STAIMAS Wonogiri, Ruslina Dwi Wahyuni SSos MAP CPM, ikut studi banding ke Korea Selatan mengenai prespektif penegakan hukum.
Ruslina ikut dalam rombongan mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang yang diterima Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Seoul, Amalia Fitriah, Selasa 18 Februari 2025.
Amalia memaparkan hubungan baik Indonesia dan Korea Selatan. “Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang mempunyai hubungan bilateral yang tinggi dengan Korea Selatan.”
Hubungan baik itu bisa dilihat dari banyaknya kerja sama antara kementerian Indonesia dan kementerian, institusi/ lembaga di Korsel. Di bidang pendidikan, ada kerja sama dengan Hankuk University of Foreign Studies dan Busan University of Foreign Studies. Kedua universitas ini membuka kesempatan mahasiswa Indonesia belajar di Korsel dan membuka kesempatan beasiswa.
Bagi perguruan tinggi Indonesia, kerjasama ini menjadi stimulus yang memberikan peluang untuk dijadikan program unggulan. Internasionalisasi pendidikan, yang menjadi salah satu persyaratan untuk meningkatkan akreditasi, dapat dipenuhi.
Turut hadir dalam audiensi ini, Prof Dr H. Jawade Hafidz SH MM dekan Fakultas Hukum Unissula, Prof Dr Anis Masdurohatun ketua Program Studi, serta Prof Im Young Ho perwakilan dari Hankuk University of Foreign Studies.
Audiensi ini bagian dari rangkaian kegiatan rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Unissula yang bertujuan mengeksplorasi dan mengembangkan kerangka teoritis baru dan prespektif penegakan hukum di Korea Selatan.
Jawade menyampaikan, KKL ke Korea ini bertujuan memberikan pengalaman langsung dalam mempelajari dan menganalis sistem hukum di negara lain, khususnya Korea Selatan. “KKL ini untuk memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui studi perbandingan hukum yang akan meningkatkan pemahaman tentang perkembangan hukum internasional, serta memberikan kesempatan untuk menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga hukum di Korea,” paparnya.
Melalui KKL ini, mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan teori hukum yang telah dipelajari sekaligus memperoleh wawasan baru yang bermanfaat untuk penelitian dan pengembangan karier akademik.
KKL mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Unissula diikuti berbagai latar belakang profesi seperti pengacara, jaksa, hakim, dosen dam profesi lain.
Ruslina berharap, studi banding dalam rangkaian KKL itu bermanfaat ke depannya. “Karena sudah MoU antar dua negara, perguruan tinggi di Indonesia baik swasta maupun negeri bisa melakukan MoU dan MoA. STAIMAS Wonogiri diharapkan juga bisa MoU dan menjalin kerjasama agar bermanfaat.”


