mepnews.id – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Western Sydney University (WSU) melaksanakan International Summer Course (ISC). Kegiatan berlangsung di kamous UGM 21-23 Januari 2025 dilanjutkan di Tarakan, Kalimantan Utara, pada 24 Januari – 8 Februari 2025.
Dikabarkan situs resmi ugm.ac.id, para peserta kursus musim panas ini melakukan kunjungan ke Museum Biologi UGM yang dipandu Donan Satria MSc dosen Sistematika Hewan Fakultas Biologi. Para peserta antusias menyimak penjelasan mengenai sejarah, peran, dan berbagai koleksi yang ada di museum ini.
Selanjutnya, peserta melakukan aktivitas lapangan di Marine Research Station Fakultas Biologi di Pantai Porok, Gunung Kidul. Kegiatan ini meliputi sampling intertidal dan pengamatan keanekaragaman hayati. Eksplorasi dipandu Dr Rury Eprilurahman yang berfokus pada hewan dan Dr Eng Thoriq Teja Samudra terkait makroalga.
Martin Holland, koordinator International Summer Course dari WSU, menyampaikan field trip ini menjadi pemanasan sebelum agenda utama summer course di Tarakan.
Sebelumnya, pembukaan ISC dihadiri 16 mahasiswa WSU, 6 mahasiswa UGM, 3 dosen WSU, dan beberapa dosen Biologi UGM. Pembukaan diawali laporan Dr Eko Agus Suyono, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Alumni Fakultas Biologi UGM, yang juga Ketua Penyelenggara International Summer Course.
Prof. John Charles Hunt, perwakilan dari WSU, berharap kegiatan ini berlanjut dan memperluas kolaborasi dalam bidang riset dan akademik di masa depan.
Prof Dr Puji Astuti, selaku Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, mengapresiasi kerjasama ini. Ia juga menyebut, ISC kali ini adalah yang kedua di bulan Januari 2025 setelah kolaborasi Monash University dengan Sekolah Vokasi UGM.
“Fokus dari summer course mengangkat isu biodiversitas dan keberlanjutan lingkungan serta peran UGM dalam mendukung konservasi di Kalimantan dan Papua,” katanya. (Ichsan Risalba, Jelita Agustine)


