mepnews.id – Paduan Suara Mahasiswa Sunshine Voice (PSM SSV) menggelar konser perdana bertajuk Saraya #1. Konser digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Minggu malam 3 Maret 2024.
Situs resmi umy.ac.id mengabarkan, PSM SSV merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) wadah minat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam seni vokal dan olah suara.
Konser Saraya #1 dibawakan 75 penyanyi anggota PSM SSV dan dipimpin Tri Setyo Mutiara sebagai konduktor. Mengangkat tema ‘Sirius: Born to Rise Shine with Harmonize‘, konser ini mengangkat perbedaan suara sopran, alto, tenor, dan bass yang disatukan dalam harmonisasi paduan suara.
Prof Faris Al-Fadhat MA PhD, Wakil Rektor UMY bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan AIK, menyampaikan rasa bangga dan mengapresiasi PSM SSV. Menurutnya, apa yang dilakukan PSM SSV dan seluruh UKM kesenian di UMY adalah perwujudan pelestarian budaya di lingkungan kampus.
“Indikator baiknya perguruan tinggi tidak hanya diukur dari pemeringkatan maupun hasil penelitian serta pengabdian, namun juga adanya upaya menjaga keberlangsungan seni dan budaya. Konser PSM SSV ini menjadi salah satu bentuk representasi atas hal tersebut, terutama dalam seni musik. UMY mendukung dan senantiasa mendorong mahasiswa terus berkarya melalui berbagai UKM, terkhusus di bidang kesenian,” ujar Faris.
Paduan suara 2 jam itu diisi 12 lagu. Ada beberapa lagu tradisional, seperti Lelo Ledhung, Lisoi dan Paris Barantai. Lagu yang bernuansa kontemporer antara lain Dunia Tipu Tipu dan Sayang. Penampilan penari latar dari UKM Sentakamudya UMY menjadikan nuansa konser lebih hidup. Beberapa lagu yang ditambah aransemen musik elektronik pun memberikan pengalaman mendengarkan yang baru bagi penonton.
Alvin Henry Lee, ketua pelaksana konser Saraya #1, memang sengaja memadukan berbagai genre musik dan mengkolaborasikan dengan seni tari. Menurutnya, PSM SSV ingin menunjukkan bahwa terdapat berbagai rasa yang dirayakan dalam satu pertunjukan seni.
Puthut Ardianto MPd, pembina PSM SSV, mengatakan akan ada konser lanjutan PSM SSV setiap tahun. Ia berharap konser ini dapat menjadi bentuk perayaan perbedaan, di mana paduan suara merupakan hasil proses argumentasi untuk menciptakan suara yang harmonis.
“PSM SSV memiliki prestasi luar biasa. Tahun ini, PSM SSV membuat terbosan dengan menggelar konser yang membuka kesempatan bagi anggota baru agar nantinya dapat melampaui prestasi yang telah diukir,” ungkap Puthut. (ID)


